Kompas.com - 18/03/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Mimpi sepasang suami istri di Selandia Baru, Colin Craig-Brown dan Donna, untuk menorehkan nama mereka di buku rekor dunia Guinness World Records sirna.

Keduanya adalah penemu kentang yang diyakini sebagai kentang terbesar di dunia, hasil dari  kebun kecil mereka di dekat Hamilton pada Agustus 2021.

Sayangnya, setelah pengujian ilmiah yang dilakukan Guinness World Records mengungkap, kentang yang ditemukan oleh pasangan suami istri tersebut bukanlah kentang.

Baca juga: Kapal Pesiar Terbesar di Dunia Siap Berlayar di Tengah Pandemi

"Kami tidak bisa mengatakan kami tidak memercayainya karena kami memberi mereka DNA-nya," kata Colin seperti yang dikutip The Guardian.

Setelah berbulan-bulan mengirimkan foto dan dokumen dari umbi yang disebut sebagai kentang terbesar, pasangan itu justru mendapatkan kabar buruk dalam email, minggu lalu.

"Hai Colin. Ternyata, spesimen itu bukan kentang dan sebenarnya itu adalah umbi sejenis labu."

"Untuk alasan ini, sayangnya kami harus mendiskualifikasi umbi ini," demikian bunyi pernyataan dalam email tersebut.

Baca juga: Mangga Terberat di Dunia Ditemukan di Kolombia

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Almost (@almost.co)

Pasangan itu menyebut temuan mereka dengan nama "doug", yang mereka gunakan untuk mengeja "dug" sesuai dengan cara penemuannya.

Umbi itu menjadi semacam selebritas lokal setelah pasangan tersebut mulai mengunggah fotonya di Facebook dengan topi dan bahkan membuat gerobak untuk menariknya.

Baca juga: Stroberi Terbesar di Dunia, Sebesar Apa?

Saat ditimbang di toko pertanian lokal, "doug" tercatat mencapai bobot 7,8 kilogram, yang sama dengan beberapa karung kentang biasa atau satu anjing kecil.

Namun karena umbi itu bukan kentang, maka rekor dunia Guinness World Records untuk kentang terbesar tetap diraih oleh monster kentang dari Inggris.

Kentang asal Inggris tersebut tercatat memiliki berat yang tak genap lima kilogram dan dibukukan pada tahun 2011.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.