Kompas.com - 23/03/2022, 09:44 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Mungkin kita sempat bertanya-tanya apa saja rahasia untuk hidup bahagia, terutama jika kita tengah merasa sedih.

Sebenarnya, kebahagiaan memiliki makna berbeda bagi setiap orang, sehingga mungkin kunci bahagia juga akan berbeda bagi setiap individu.

Namun, Profesor Arthur Brooks dari Harvard University mengatakan bahwa dalam dunia neuroscience dan ilmu sosial, sebenarnya kebahagiaan merupakan gabungan dari tiga fenomena: kegembiraan, kepuasan, dan tujuan.

“Orang-orang yang benar-benar gembira, yang memiliki hidup seimbang, adalah orang-orang yang mengatakan bahwa hidupnya bahagia,” ujar Brooks.

Baca juga: 7 Cara Membuat Hidup Jadi Lebih Bahagia

Menurutnya, kebahagiaan bisa berarti menikmati sesuatu dengan cara yang kita sukai dan pahami.

Lalu, kepuasan yang juga merupakan bagian dari kebahagiaan bisa datang dari pekerjaan yang terselesaikan dengan baik.

Faktor terakhir, tujuan, datang dari pemahaman akan hidup, yang kadang membutuhkan pengorbanan, rasa sakit, serta masalah.

“Ironisnya, untuk memiliki kebahagiaan, kita membutuhkan tujuan, dan untuk memiliki tujuan, kita membutuhkan pengorbanan dan rasa sakit. Dan itu sebenarnya memerlukan ketidakbahagiaan,” ujar Brooks.

“Jadi ketika orang menjalani hidupnya guna menghindari ketidakbahagiaan, secara tidak sengaja mereka menghindari kebahagiaannya sendiri,” lanjutnya.

Brook juga mengatakan bahwa rahasia menjadi bahagia juga dapat dipengaruhi oleh genetika.

Menurutnya, 40 hingga 80 persen karakteristik seseorang dipengaruhi oleh orangtuanya, termasuk dalam hal mendefinisikan kebahagiaan.

“Kebanyakan penelitian menemukan bahwa 44 hingga 52 persen kebahagiaan kita dipengaruhi faktor genetik. Jadi, kira-kira setengahnya,” kata Brook.

Baca juga: 3 Kunci Kebahagiaan Para Penduduk Paling Panjang Umur di Dunia

Faktor penentu kebahagiaan

Namun, bukan hanya genetik yang mempengaruhi kebahagiaan seeorang.

Brook berpendapat bahwa ada kebahagiaan yang bisa kita kendalikan.

Menurutnya, kebahagiaan yang bisa dikendalikan itu bisa didapatkan dari empat kategori kebiasaan, yaitu keyakinan, keluarga, persahabatan, dan pekerjaan yang berarti.

Pekerjaan yang berarti ini tidak ada hubungannya dengan uang, prestise, jabatan atau bahkan pendidikan. Ini berhubungan dengan mendapatkan kesuksesan dan kesenangan dalam melayani orang lain,” ujanya.

Brook mengatakan bahwa mereka yang kerap mengatakan dirinya tidak bahagia dan kehilangan arah biasanya tidak memiliki salah satu dari empat faktor di atas.

“Banyak orang yang benar-benar sukses, orang-orang yang bekerja sepanjang waktu, biasanya waktu untuk keluarganya kurang,” ujarnya.

“Lalu, banyak orang, terutama pria, yang melupakan persahabatan. Padahal, kita bisa mendapatkan banyak kebahagiaan dengan menjaga empat kebiasaan tersebut,” ujarnya.

Baca juga: 8 Konsep Kebahagiaan dari Negara Paling Bahagia di Dunia, Mau Coba?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Deseret
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.