Kompas.com - 23/03/2022, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Diabetes adalah kondisi kesehatan kronis yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti gagal ginjal, serangan jantung, kebutaan, hingga stroke.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam, Dr Sharon Bergquist, diabetes tipe 2 adalah penyakit yang multifaktorial.

Artinya, penyakit ini bisa disebabkan oleh faktor yang bervariasi, mulai dari genetika seseorang, lingkungan, dan gaya hidupnya sehari-hari.

"Beberapa peningkatan risiko mungkin dikaitkan dengan kerentanan genetik, tetapi persentase yang lebih tinggi mungkin terjadi karena lingkungan dan gaya hidup yang dapat dipengaruhi oleh budaya dan sosial ekonomi," kata dia.

Baca juga: Benarkah Ada Beras yang Aman untuk Pengidap Diabetes?

Nah, untuk itu kita perlu lebih mewaspadai gaya hidup atau kebiasaan kita sehari-hari, karena ini bisa menjadi faktor penting yang meningkatkan risiko diabetes.

Lebih lanjut, para ahli kesehatan pun membagikan lima kebiasaan yang diam-diam dan secara signifikan dapat meningkatkan risiko diabetes, berikut ini.

1. Melakukan cheat day

Mungkin sudah waktunya untuk memikirkan kembali konsep "cheat day" jika kita ingin menurunkan berat badan sekaligus mengurangi risiko diabetes.

Para peneliti menemukan bahwa satu hari makan berlebihan dapat mengganggu kontrol gula darah.

"Ini penting karena kadar gula berlebih bisa menjadi racun," kata pengajar kesehatan di Loughborough University's School of Sport, Carl Hulston.

"Tidak hanya itu, tetapi produksi insulin berlebih yang berkelanjutan — oleh pankreas — juga dapat menyebabkan disfungsi pankreas dan ketidakmampuan untuk memproduksi insulin saat dibutuhkan," kata dia.

Baca juga: Hati-hati, Tidur Terpapar Cahaya Dapat Tingkatkan Risiko Diabetes

Fakta-fakta ini pun menyoroti perlunya menyadari apa yang kita makan dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi kesehatan kita.

Seorang peneliti Sion Parry mengatakan, data percontohan yang dimilikinya menunjukkan, satu hari makan berlebihan dengan lemak tinggi mampu merusak sensitivitas insulin seluruh tubuh pada individu muda yang sehat.

Kondisi ini mungkin memiliki implikasi bagi mereka yang memiliki gangguan makan berlebihan.

Atau bisa juga memengaruhi mereka yang makan berlebihan selama periode liburan dan perayaan pada waktu-waktu tertentu.

2. Menonton TV dalam waktu yang lama

Ada korelasi yang kuat antara menonton TV dan diabetes tipe 2.

Satu studi dari Harvard School of Public Health (HSPH) menunjukkan waktu menonton TV yang berlebihan dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang serius.

"Pesannya sederhana. Mengurangi menonton TV secara signifikan dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kematian dini," kata Frank Hu, profesor nutrisi dan epidemiologi di HSPH.

Baca juga: Hati-hati, Ini Tanda Pra Diabetes yang Perlu Diwaspadai

"Kita seharusnya tidak hanya mempromosikan peningkatan aktivitas fisik tetapi juga mengurangi perilaku menetap, terutama menonton TV dalam waktu lama," saran dia.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Eat This
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.