Kompas.com - 29/03/2022, 19:22 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sebuah inovasi gedung hadir di Swedia. Kabarnya, gedung yang juga merupakan hotel ini terbuat dari kayu dan mampu menyerap karbon penyebab kerusakan lapisan ozon layaknya 10.000 pohon.

Gedung ramah lingkungan ini dinamakan Sara Cultural Centre yang terletak di Skelleftea, Swedia dan tingginya mencapai 75 meter di atas permukaan laut.

Gedung yang sudah dibuka sejak September tahun lalu itu memiliki struktur kayu yang sengaja didesain untuk mendobrak tren konstruksi konvensional, yang sejauh ini dikatakan dapat meninggalkan jejak karbon yang cukup tinggi.

Menurut laporan Progam Lingkungan PBB, pekerjaan konstruksi dengan beton bertanggung jawab atas 38 persen emisi karbon terkait energi global pada 2015.

Sementara itu, produksi semen merupakan penghasil emisi CO2 dan termasuk industri tunggal terbesar di dunia.

Sedangkan gedung ini dinilai lebih ramah lingkungan karena dapat menyerap karbon lebih banyak, seperti puluhan ribu pohon di hutan.

Baca juga: Konsumsi Makanan dengan Jejak Karbon Rendah Bantu Selamatkan Lingkungan

"Semua orang mengira kami sedikit gila dengan mengusulkan bangunan yang terbuat dari kayu"

"Tapi kami percaya, kami bisa membuat semuanya dari kayu. Selama proses desain, ini lebih efisien untuk membangun segala sesuatu dari kayu," ujar Robert Schmitz, arsitek di balik konstruksi gedung ramah lingkungan ini.

Sara Cultural Center memiliki 20 lantai, yang dilengkapi fasilitas seperti enam panggung teater, perpustakaan, dua galeri seni, pusat konferensi dan terdapat hotel dengan 205 kamar.

Semuanya dibangun menggunakan 12.000 meter kubik kayu, yang dipanen dari hutan yang jaraknya 60 km dari pusat kota.

Desain kayu pada gedung tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Skelleftea untuk menggeser eksistensi bangunan dengan konstruksi konvensional dengan bahan baku konstruksi yang ramah lingkungan.

Material kayu melindungi atmosfer

Para arsitek Sara Cultural Center mengklaim bahwa gedung pencakar langit itu dapat menangkap sembilan juta kilogram emisi karbon sepanjang masa pakainya.

Kemampuan tersebut dikatakan seperti fungsi 10.000 pohon yang ada di hutan untuk menjaga lapisan ozon tetap utuh.

Fokus pada bangunan berkelanjutan tidak hanya sampai di situ. Gedung ini juga memiliki fasilitas panel surya yang mampu menyimpan dan menyuplai energi listrik di ruang bawah tanah.

Arsitek juga menyebutkan bahwa gedung ini mampu mendistribusikan energi lebih ke sekitarnya jika diperlukan.

"Ini menganalisis penggunaan energi gedung. Kita harus menggunakannya sesuai dengan energi yang tersedia,"

Begitu kata Patrik Sundberg, manajer unit bisnis di perusahaan energi lokal Skelleftea Kraft.

Baca juga: Green Hotel Award bagi Hotel Ramah Lingkungan

Kota yang dibangun dari "hutan"

Konstruksi gedung kayu bukanlah hal baru di Skelleftea. Sejak abad ke-18, masyarakatnya memanfaatkan hutan di sekitar kota untuk membuat rumah dan berbagai konstruksi publik.

Mulai dari jembatan kayu yang membentang di seberang sungai dekat Skelleftea, hingga garasi parkir tiga lantai di pusat kota.

Semua bangunan yang ada di Skelleftea kebanyakan bernuansa earthy lantaran penggunaan unsur kayu dalam konstruksinya.

Dengan populasi penduduk yang terus berkembang dari tahun ke tahun, pada 2030 penduduk setempat ingin menjaga tradisi lingkungan tetap hijau untuk kehidupan generasi mendatang.

Dalam beberapa tahun ke depan, proyek apartemen dari kayu juga sedang dirancang untuk menampung kedatangan kunjungan turis ke kota Skelleftea.

"Dalam semua perubahan yang terjadi, tidak sedikit orang yang pindah ke sini. Kami merasa aman bahwa kami memiliki bahan baru yang ramah lingkungan,"

Demikian papar Evelina Fahlesson, Wakil Walikota Skelleftea.

Baca juga: Taipei 101 Didapuk sebagai Gedung Ramah Lingkungan Tertinggi di Dunia

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Euronews


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.