Kompas.com - 30/03/2022, 08:17 WIB

KOMPAS.com - Berpuasa telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan, termasuk memperbaiki metabolisme, pencernaan, hingga mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Namun, sebagian orang justru mengalami kenaikan berat badan setelah sebulan berpuasa. Tidak hanya itu, kenaikan kolesterol juga bisa terjadi. Kondisi tersebut terjadi antara lain karena penerapan pola makan yang salah pada waktu berbuka puasa hingga sahur.

"Tanpa disadari, kita suka berbuka puasa dengan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti daging berlemak, jeroan, junk food, atau makanan tinggi lemak jenuh lainnya, sebagai reward setelah berpuasa selama belasan jam. Alhasil, kadar kolesterol jahat dalam tubuh pun meningkat,” kata dr. Sheena R Angelia, dokter spesialis gizi klinik di RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta.

Sheena mengatakan, kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia menjadi penyebab 3.9 juta kematian di seluruh dunia yang setengahnya terjadi di wilayah Asia.

Baca juga: 6 Karbohidrat Sehat untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Penelitian di China menunjukkan, terjadi peningkatan penderita kolesterol tinggi di Asia, termasuk Indonesia, akibat pola makan tinggi konsumsi makanan olahan, seperti makanan yang digoreng, santan, jeroan, dan masih banyak lagi.

"Jika jumlah kolesterol dalam darah terlalu banyak, atau tidak ada keseimbangan antara LDL dan HDL, dapat menimbulkan penyakit, seperti penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, dan hipertensi," papar Sheena.

Salah satu cara untuk menjaga agar kolesterol tidak tinggi bisa dimulai dengan mulai menerapkan gaya hidup aktif atau rutin berolahraga. Selain itu, jaga pola makan bergizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kopmelks, protein, lemak baik, dan juga makanan tinggi serat.

Hindari kebiasaan "balas dendam" atau makan berlebihan saat berbuka puasa. Banyak orang tidak sadar mengonsumsi kalori berlebih saat buka puasa dengan menyantap makanan dan minuman tinggi gula dan lemak. Jika terus menerus dikonsumsi selama sebulan, alhasil terjadi kenaikan berat badan.

Baca juga: Ketahui Tips Puasa yang Aman agar Sehat dan Lancar

Makanan sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks yang lama dicerna tubuh sehingga tidak mudah lapar saat siangnya, seperti beras merah atau roti gandum. Kebutuhan protein nabati dan hewani serta buah dan sayur juga harus tercukupi.

Serat pangan

Untuk menjaga kadar kolesterol, Sheena mengatakan suplemen plant stanol ester dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol dalam tubuh.

Secara alami plant stanol ester atau serat pangan ini terdapat dalam kacang almond, kacang mete, dan juga sedikit dalam buah dan sayur. Namun, kita harus mengonsumsinya dalam jumlah cukup tinggi. Dalam bentuk suplemen, serat ini lebih mudah dikonsumsi.

"Stanol ini tidak larut di dalam air, sehingga memerlukan proses esterifikasi dalam proses penyerapannya, itulah mengapa disebut plant stanol ester. Dengan struktur yang mirip kolesterol, plant stanol ester dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh," katanya.

Baca juga: 5 Dampak Buruk Saat Tubuh Kekurangan Asupan Serat

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.