Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Hanya Bruce Willis, Dua Aktris ini Juga Sempat Mengidap Aphasia

Kompas.com - 31/03/2022, 11:02 WIB
Sekar Langit Nariswari

Penulis

Sumber People

KOMPAS.com - Bruce Willis terpaksa mengakhir karier perfilmannya karena didiagnosis menderita aphasia.

Penyakit langka ini menyerang kemampuan kognitifnya sehingga membuatnya harus rehat dan fokus pada kesehatannya.

Kabar ini tentunya mengejutkan karena bintang Die Hard ini nampak sehat dan bugar, dalam sejumlah unggahan media sosial beberapa waktu belakangan.

Baca juga: Mengenal Aphasia, Gangguan Kognitif Langka yang Diderita Bruce Willis

Tak pelak, berita ini langsung memicu simpati sekaligus rasa penasaran publik lebih jauh soal penyakit aphasia.

Namun sebenarnya, Bruce Willis bukan satu-satunya pesohor yang didiagnosis dengan penyakit ini.

Dua aktris kenamaan lainnya juga pernah divonis menderita aphasia meskipun berhasil sembuh dan kembali berkarier.

Siapa saja mereka?

Emilia Clarke

Mother of Dragon ini merupakan penyintas aphasia setelah pertama kali merasakan gejalanya pada 2011 lalu.

Saat berolahraga, ia mengalami sakit kepala yang parah dan mulai muntah-muntah akibat pendarahan subarachnoid.

Ia lalu harus menjalani operasi otak untuk menyembuhkan kondisi yang kemudian memicu aphasia.

"Saya menderita kondisi yang disebut afasia, konsekuensi dari trauma yang diderita otak saya," katanya.

Baca juga: Begini Gejala dan Cara Mencegah Pendarahan Otak

Ia tak mampu mengingat namanya sendiri, malah banyak kata-kata tidak jelas berhamburan dari mulutnya.

Kondisi ini sempat membuatnya panik dan ingin bunuh diri karena besarnya pengaruh penyakit tersebut bagi hidupnya.

"Saya aktris, harus mengingat dialog. Pekerjaan saya - seluruh impian saya tentang apa jadinya hidup saya - berpusat pada bahasa, komunikasi. Tanpa itu, saya tersesat." katanya lagi.

Namun ia kemudian menjalani pengobatan, termasuk dua operasi otak yang traumatis, dan terapi sehingga kini bisa hidup normal kembali.

Sharon Stone

Bintang Basic Instinct ini mengalami stroke di tahun 2001 yang membuatnya mengalami pendarahan masif di otak.

Baca juga: Kopi Kurangi Risiko Kematian akibat Stroke dan Jantung, Benarkah?

Kondisi itu berlangsung selama sembilan hari yang mempengaruhi banyak fungsi tubuhnya.

Butuh waktu berbulan-bulan baginya untuk kembali bisa merasakan kaki kirinya dan bertahun-tahun agar penglihatannya kembali normal.

Selain itu, dia juga mengalami masalah bicara, termasuk aphasia yang membuatnya gagap terus-menerus.

"Saya bertahan dari serangan stroke tapi tidak bisa membaca selama dua tahun," jelasnya.

Padahal kala itu Sharon Stone tengah membintangi serial Law & Order dan sangat membutuhkan kemampuan bicara yang baik.

Setelah sejumlah terapi dan pengobatan yang dilakukannya, ia telah sukses sembuh dari aphasia.

“Saya menjadi lebih cerdas secara emosional. Saya memilih untuk bekerja sangat keras untuk membuka bagian lain dari pikiran saya. Sekarang aku lebih kuat," ujarnya soal sisi baik pengalamannya itu.

Baca juga: Penderita Stroke Dianjurkan Minum Teh Hijau, Kenapa?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber People
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com