Kompas.com - 01/04/2022, 09:56 WIB

KOMPAS.com - Publik gaduh dengan kabar jika agenda buka puasa bersama sudah boleh diselenggarakan di Ramadhan kali ini asal dilakukan tanpa ngobrol.

Informasi yang beredar ini tentu langsung jadi bulan-bulanan dan sasaran kritik netizen.

Berbagai meme dan jokes bermunculan yang menggambarkan situasi buber yang "sunyi" karena tanpa percakapan sama sekali.

Baca juga: Amankah Penderita Diabetes Makan Kurma Saat Buka Puasa?

Belakangan, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meluruskan jika larangan bicara berlaku hanya ketika sedang menyantap makanan.

Tujuannya agar tidak menyebarkan droplet yang menjadi pemicu penularan Covid-19. 

Setelahnya, kita bisa kembali menggunakan masker untuk bebas bicara dan menjalin silaturahmi selama Bulan Ramadhan.

"Setelah makan selesai bisa melanjutkan silaturahmi berbicara dengan menggunakan masker dalam jarak yang cukup terjaga," ujarnya, seperti dikutip dari Kompas.com, (30/03/2022).

Pendapat ahli kesehatan soal larangan ngobrol saat buka bersama

Spesialis penyakit dalam, RA Adaninggar,dr,SpPD, menjelaskan droplet tidak hanya keluar ketika kita membuka mulut seperti bicara, bersin, batuk atau bernyanyi.

Droplet juga bisa keluar dari mulut dan hidung ketika kita bernapas sehingga tetap bisa menyebar saat makan meskipun tidak sambil ngobrol.

"Jadi buka bersama itu tetap berisiko karena saat makan pasti buka masker," katanya, seperti dikutip dari akun Instagramnya, @drningz.

Baca juga: Es Teh Manis untuk Buka Puasa, Segar atau Berbahaya?

Namun kita bisa meminimalkan risiko penyebaran Covid-19 saat buka puasa bersama di Bulan Ramadhan dengan beberapa langkah.

Misalnya, memilih lokasi perjumpaan yang memiliki ventilasi baik atau outdoor.

Batasi membuka masker hanya ketika makan untuk mencegah penyebaran droplet yang berlebihan.

Pakar kesehatan yang berbasis di Surabaya ini juga menyarankan kita hanya menggelar buka bersama bersama kelompok kecil saja.

Sebaiknya tidak perlu menghadiri acara buka bersama di Bulan Ramadhan jika sedang tidak enak badan atau belum vaksin.

Langkah yang tak kalah penting adalah tes antigen mandiri sebelum buber dan pantau gejala Covid-19 selama 14 hari setelah acara.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by RA Adaninggar,dr,SpPD (@drningz)

"Yang penting, risiko yang ada saat bukber diminimalkan jadi bisa bukber dengan lebih 'aman' dan tetap boleh ngobrol pastinya," tambah Dokter Ning.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.