Kompas.com - 02/04/2022, 08:47 WIB

Melatih anak berpuasa

Jika anak sudah memahami arti dan manfaat puasa namun belum mampu melakukannya, tak perlu dipaksa.

Orangtua bisa mulai melibatkan anak dalam kegiatan puasa lain, seperti ikut minum atau makan sahur, kemudian boleh tidur lagi setelahnya.

Aryono mengatakan, cara lainnya adalah dengan memundurkan waktu sarapan.

Misalnya, jika di waktu sekolah anak terbiasa makan pukul 06.00, orangtua bisa memundurkan jam makannya menjadi pukul 07.00. 

Waktunya bisa terus mundur hingga berada di antara waktu sarapan dan makan siang.

Baca juga: Trik Pertama Kali Kenalkan Konsep Puasa di Bulan Ramadhan ke Anak

Aryoni juga berpendapat anak yang sedang belajar berpuasa tidak harus puasa penuh waktu jika tubuhnya belum mampu.

Misalnya, pada hari pertama anak belajar tiga jam berpuasa, hari kedua empat jam, dan terus menambah durasinya di hari-hari berikutnya.

Menyesuaikan aktivitas anak

Sebelum mengajak anak berpuasa, sebaiknya orangtua memperhatikan beberapa hal, yan utama, soal kondisi kesehatan anak.

Sebab, pendekatan soal puasa terhadap anak dengan riwayat penyakit tertentu dengan anak lainnya mungkin akan berbeda.

Penting pula untuk mengenali perilaku makan anak ketika ingin mengajarinya ibadah di Bulan Ramadhan ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.