Kompas.com - 05/04/2022, 16:21 WIB

KOMPAS.com - Setiap bangun tidur di pagi hari kita pasti pernah menemukan kotoran di sekitar area mata, atau yang sering kali disebut sebagai belek.

Meskipun belek mata kerap terbentuk dari penumpukan kelenjar air mata selema kita tidur, namun kondisi itu juga bisa menjadi tanda infeksi atau ada yang salah dengan mata kita.

Nah, untuk mengetahuinya lebih lanjut, ahli pengobatan fungsional Melissa Young pun membagikan sedikit pengetahuannya mengenai belekan sebagai berikut.

Penyebab belekan

Belek mata dapat terbentuk di sudut mata atau bahkan menyebabkan bulu mata kita saling menempel.

Baca juga: Kenapa Mata Belekan saat Bangun Tidur?

Menurut Dr Young, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan belek mata. Alasannya pun dapat berkisar dari hal yang biasa hingga serius secara medis, antara lain:

• Tidur

Belek mata yang terbentuk saat kita tidur adalah tentang menjaga kebersihan.

"Pada siang hari, kita sering berkedip dan membersihkan kotoran, debu, sel kulit terkelupas, dan lendir," kata Dr Young.

"Saat tidur, kita tidak berkedip, jadi semua lendir, minyak, kotoran, dan sel-sel kulit menumpuk di sudut mata," ungkap dia.

Dan saat kita tidur, semuanya membeku dan mengering, membentuk belek mata. Ini biasanya merupakan bagian dari proses alami, tetapi ada kalanya sesuatu yang lain terjadi.

• Alergi

Jika kita rentan terhadap alergi musiman, kita mungkin akan terbangun dengan mata gatal, merah, dan bengkak.

Dengan alergi, tubuh kita menghasilkan lendir untuk melakukan pekerjaan ekstra menyeluruh untuk membersihkan alergen.

Pengeluaran berlebih itu terkadang bisa begitu banyak sehingga terasa seperti mata kita juga tertutup rapat yang biasanya ditimbulkan dari belek mata.

Baca juga: Redakan Sakit Mata dengan Pengobatan Rumahan

Segala sesuatu mulai dari serbuk sari hingga debu dapat memicu alergi di mata kita.

"Apakah itu debu atau alergi hewan, kita akan mengalami gatal-gatal, peradangan dan kemerahan, serta lebih banyak air mata di mata dan keluarnya lendir," ungkap Dr Young.

"Karena kita mungkin akan mengumpulkan debu, serbuk sari, dan alergen lainnya sepanjang hari, jadi mencuci rambut dan wajah saat bangun tidur dapat membantu membilasnya," saran dia.

Atau, kita juga bisa mengompres mata dengan air dingin dan mengunakan obat tetes mata yang dijual bebas.

Tetapi, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila ada peradangan dan gejala belekan memburuk.

Gejala yang lebih parah yang harus diwaspadai, termasuk kelopak mata bengkak dan keluarnya cairan kuning atau hijau yang bisa menjadi tanda konjungtivitis bakteri maupun virus.

Mata merah atau konjungtivitis

Infeksi mata yang sangat menular ini identik dengan anak-anak, tetapi juga dapat memengaruhi remaja dan orang dewasa.

Kondisi ini disebut mata merah atau konjungtivitis.

"Kita juga akan melihat cairan yang lebih lengket. Namun jika itu virus, cairannya kurang berwarna, bukan kuning atau hijau dari konjungtivitis bakteri," catat Dr Young.

Karena mata merah sangat menular, berhati-hatilah dengan perilaku kita jika kita mengalaminya.

"Jangan menggosok mata dan kemudian menjabat tangan seseorang," ujar Dr Young.

Baca juga: Bahaya Kebiasaan Menggosok Mata

"Pastikan untuk sering mencuci tangan secara menyeluruh dan tidak berbagi handuk dengan orang lain di rumah," ungkap dia.

Dia juga menambahkan, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter karena ada begitu banyak gejala yang tumpang tindih antara konjungtivitis virus dan bakteri, sehingga perawatannya pun bisa berbeda.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.