Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diungkap, Mengapa Minum Kopi Bisa Picu Hasrat Buang Air Besar

Kompas.com - 07/04/2022, 16:00 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber CNN

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, minum kopi tidak hanya dapat meningkatkan energi tetapi juga pergerakan usus.

Terlepas dari popularitasnya, tidak banyak penelitian yang mengungkapkan mengapa kopi bisa membuat dorongan buang air besar (BAB) dalam beberapa menit setelah meminumnya.

"Dalam beberapa kasus, seperti halnya kopi dan buang air besar, tampaknya tidak ada permintaan medis untuk mendapatkan penyelidikan yang serius."

Demikian penuturan Direktur Laboratorium Motilitas Gastrointestinal di Rumah Sakit Umum Massachusetts, AS, Dr Kyle Staller.

Baca juga: Ternyata, BAB Bantu Turunkan Berat Badan

"Ini mungkin juga kasus yang jelas, yang berarti tidak perlu banyak penelitian untuk mengetahui kopi menginduksi BAB, ketika itu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang," lanjut dia.

Namun, beberapa penelitian kecil telah menunjukkan, minum kopi lebih efektif daripada air hangat dalam mendorong pergerakan usus.

"Tetapi, ini bukan berarti bahwa asupan air yang cukup tidak penting untuk kesehatan kita secara keseluruhan, karena sekitar 60  dari tubuh kita terbuat dari air," ungkap ahli gizi dan Jurubicara Academy of Nutrition and Dietetics, Jerlyn Jones.

Sementara itu, menurut penelitian lainnya, senyawa di dalam kopi selain kafein juga mungkin bertanggung jawab atas pergerakan usus yang tiba-tiba.

Baca juga: Tips Atasi Kebelet BAB saat Ikut Lomba Lari Maraton

Identitas senyawa ini dan bagaimana interaksinya terhadap saluran pencernaan sebagian besar masih belum diketahui, tetapi itulah yang telah ditemukan para peneliti sejauh ini.

 

Menyebabkan kontraksi usus besar

Usus besar mengalami tiga jenis kontraksi yang bekerja sama untuk mencampur, meremas, dan akhirnya mengeluarkan kotoran.

Waktu terjadinya dan frekuensi kontraksi ini pun dipengaruhi oleh otot, saraf, maupun faktor kimia.

"Berdasarkan penelitian yang terbatas, kopi mungkin merangsang aktivitas motorik usus dalam beberapa menit setelah dikonsumsi," kata Dr Staller.

Dalam sebuah penelitian tahun 1998, 12 orang sehat mengalami aktivitas ini ketika mereka setuju untuk dimasukkan probe sensor ke dalam usus.

Baca juga: Agar Tidak Dehidrasi, Ini 4 Cara Menyiasati Minum Kopi Selama Ramadhan

Selama periode 10 jam pada hari berikutnya, para peserta mengonsumsi kopi hangat, kopi tanpa kafein, air, atau makanan dalam urutan acak.

Hasilnya, kedua jenis kopi dan makanan menyebabkan lebih banyak kontraksi dan tekanan usus besar, dibandingkan dengan air.

Kopi berkafein 60 persen lebih efektif daripada air dalam merangsang aktivitas motorik usus dan 23 persen lebih berdampak daripada kopi tanpa kafein.

Lalu, beberapa peserta dari penelitian lain mengatakan, minum kopi memberi mereka dorongan untuk BAB setelah menjalani tes serupa.

Aktivitas usus meningkat dalam waktu empat menit setelah minum kopi hitam tanpa pemanis. Efek ini berlangsung setidaknya sampai 30 menit.

"Kemungkinan kopi tidak secara langsung menghubungi lapisan usus besar tetapi lebih memengaruhinya melalui mekanisme gastrokolik," terangnya.

Baca juga: Suka Minum Kopi Termasuk Warisan Genetik dari Orangtua

"Yang berarti, kopi yang menyentuh lapisan perut untuk memicu sistem saraf atau respons hormonal yang menyebabkan usus besar mulai bekerja," ujar dia.

Kontraksi usus besar tersebut yang kemudian menggerakkan tinja di usus besar menuju rektum dan akhirnya kita pun merasa ingin BAB.

"Melanoidins atau senyawa yang terbentuk selama pemanggangan kopi tampaknya memiliki serat makanan yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit," tambah Jones.

 

Memengaruhi hormon dan asam lambung

Staller mengatakan, kopi juga dapat merangsang pelepasan hormon gastrin yang memungkinkan produksi asam lambung.

Asam lambung sendiri diketahui dapat membantu mencerna makanan dan mungkin mendorong aktivitas kolon di usus besar.

Pada tahun 1986, para peneliti pun menemukan, minum kopi berkafein atau tanpa kafein mampu memengaruhi kadar gastrin dengan cepat dan signifikan.

Dalam sebuah penelitian kecil tahun 2009, misalnya, seorang pria yang berpuasa semalaman dan mengonsumsi makanan, serta kopi hitam keesokan harinya langsung merasa ingin BAB.

Artinya, minum kopi secara signifikan mempercepat waktu yang dibutuhkan makanan untuk meninggalkan lambung dan masuk ke usus kecil setelah waktu makan.

Baca juga: Bau Kotoran Saat BAB Cerminkan Kondisi Kesehatan, Benarkah?

"Beberapa senyawa dalam kopi juga dapat berinteraksi dengan reseptor opioid di saluran pencernaan yang memengaruhi fungsi usus," imbuh dia.

Di sisi lain, apabila kita intoleran terhadap laktosa namun masih menikmati kopi dengan tambahan krimer atau susu, maka krimer bisa menjadi penyebab di balik dorongan tiba-tiba untuk BAB.

"Salah satu cara untuk mengetahui apa yang membuat kita BAB adalah dengan minum kopi tanpa krimer atau susu dan melacak gejalanya selama beberapa hari," kata Jones.

Sementara penelitian menunjukkan beberapa manfaat pencernaan dari minum kopi, haruskah kita tetap minum kopi secara teratur?

Jika kita mengalami konstipasi, minum kopi untuk melancarkan sistem pencernaan mungkin menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan.

Tapi, Jones menyarankan kita agar tidak mengandalkannya untuk BAB dan membicarakannya dengan dokter jika kita mengalami masalah BAB secara serius.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com