Kompas.com - 08/04/2022, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Puasa Ramadhan membutuhkan penyesuaian untuk orang yang memiliki riwayat kesehatan tertentu seperti penyakit diabetes.

Banyak orang dengan riwayat gula darah yang tinggi takut untuk berpuasa karena khawatir membahayakan kesehatannya.

Dokter spesialis penyakit dalam, RA Adaninggar,dr,SpPD, mengatakan penderita diabetes tetap memiliki risiko terjadinya kondisi berbahaya ketika berpuasa sehingga membutuhkan pemantauan ketat.

Baca juga: Hati-hati, Ini Tanda Pra Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Sejumlah risiko yang tidak diinginkan misalnya dehidrasi yang terjadi ketika tubuh kekurangan cairan, hipoglikemia (gula darah yang turun drastis) dan hiperglikemia (gula darah naik).

Kondisi lain yang perlu diwaspadai juga termasuk ketoasidosis (keasaman meningkat) dan trombosis (pembekuan darah).

"Kondisi diabetes yang gula darahnya sudah stabil boleh berpuasa dengan pemantauan ketat," katanya, seperti dikutip dari akun Instagramnya.

"Sedangkan yang kondisi gula darahnya tidak stabil (kadang drop kadang tinggi) lebih baik jangan berpuasa dulu karena risiko terjadinya komplikasi akut yang berbahaya lebih tinggi," pesannya.

Hal yang harus diperhatikan penderita diabetes saat berpuasa

Dokter Ning mengatakan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan penderita diabetes ketika beribadah puasa di Bulan Ramadhan.

Misalnya melakukan penyesuaian nutrisi, aktivitas fisik, pengaturan dosis obat, pemantauan gula darah, dan memahami kapan kita harus membatalkan puasa demi menjaga kesehatan.

Penderita diabetes disarankan membagi asupan kalori hariannya ketika sahur 30-40 persen, berbuka 40-50 persen dan camilan sehat sebanyak 10-20 persen.

Komposi nutrisinya termasuk karbohidrat sebanyak 40 persen, protein 20-30 persen, lemak 30-35 persen, serta serat dari buah dan sayur.

Penting juga untuk minum cukup air putih sekitar 30-50 cc per kilogram berat badan, yang juga disesuaikan dengan kondisi ginjal dan jantung.

"Makan sahur disarankan seakhir mungkin sebelum memulai puasa," kata Dokter Ning.

Baca juga: Tips Makan Sehat untuk Jaga Kebugaran Saat Puasa, Coba Tiru...

Makan malam bisa menunjang program diet dan meminimalkan risiko kambuhnya anxiety.Unsplash/Pablo Merchan Makan malam bisa menunjang program diet dan meminimalkan risiko kambuhnya anxiety.
Hindari minuman berkafein karena dapat menyebabkan dehidrasi maupun makanan dan minuman yang mengandung banyak tambahan gula.

Penderita diabetes bisa tetap melakukan olahraga ringan khususnya di pagi hari atau setelah berbuka puasa.

Untuk olahraga dengan intensitas tinggi dan tergolong berat harus dihindari di jam puasa karena berisiko hipoglikemia dan dehidrasi.

Baca juga: Tangkal Kulit Dehidrasi Selama Puasa Ramadhan, Begini Caranya..

Dalam kondisi tertentu, penderita diabetes dianggap tidak bisa melanjutkan puasanya.

Dokter Ning mencontohkan, ketika kadar gula darah penderita diabetes kurang dari 70 mg/dl atau lebih dari 300 mg/dl.

Munculnya gejala hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi atau penyakit akut lainnya pada penderita diabetes juga sebaiknya direspon dengan membatalkan puasa.

Gejala hipoglikemia antara lain keringat dingin, dada berdebar, tangan gemetar, lapar, nyeri kepala, dan perubahan kesadaran.

Sementara gejala hiperglikemia adalah badan lemas, kebingungan, haus berlebihan, mual, muntah, nyeri perut dan sering BAK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.