Taufan Teguh Akbari
Pengamat Kepemimpinan dan Kepemudaan

Pengamat dan praktisi kepemudaan, komunikasi, kepemimpinan & komunitas. Saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Rektor 3 IKB LSPR, Chairman Millennial Berdaya Nusantara Foundation (Rumah Millennials), Pengurus Pusat Indonesia Forum & Konsultan SSS Communications.

10 Tipe Kepemimpinan Tahun 2022, Calon Pemimpin Harus Tahu!

Kompas.com - 12/04/2022, 16:39 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KEPEMIMPINAN merupakan pembahasan yang sangat menarik karena subjek dan topiknya selalu berkembang. Kepemimpinan berkembang seiring dengan dinamika zaman. Pemimpin dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Karena itu, banyak kajian kepemimpinan yang melihat dari sudut pandang sikap pemimpin, pola pikir, respon terhadap lingkungan, dan lain sebagainya. Alhasil, muncul banyak tipologi kepemimpinan yang ada dan masih digunakan sebagai pola pikir praktis maupun kajian teoritis.

Baca juga: 5 Ciri Kepemimpinan Efektif dan Wajib Dipraktikkan

Beberapa tipologi kepemimpinan yang banyak dibahas adalah kepemimpinan transformasional, kepemimpinan transaksional, kepemimpinan adaptif, kepemimpinan autentik, kepemimpinan inklusif, dan kepemimpinan sosial. Semua tipe kepemimpinan tersebut memiliki sudut pandang dan dasar analisisnya. Akan tetapi, dalam tulisan ini, saya merumuskan 10 tipologi kepemimpinan berdasarkan konteks dan situasi.

1. Kepemimpinan diri sendiri

Kazan & Bryant dalam bukunya yang berjudul Self-Leaderhsip: How to Become a More Effective, and Efficient Leader from the Inside Out, menjelaskan bahwa self-leadership adalah latihan mengendalikan pikiran, perasaan, dan tindakan menuju tujuan yang kita inginkan. Kata kuncinya adalah pengendalian. Inti dari self-leadership adalah pengendalian diri secara utuh.

Untuk memimpin orang lain, diri sendiri harus bisa dipimpin. Oleh karena itu, masalah dalam diri sendiri harus mampu kita selesaikan sebelum bisa bergerak untuk mengkoordinir orang lain.

Lao Tzu pernah mengatakan, “Mastering others is strength, mastering yourself is true power.” Jika diartikan dengan kontekstual, alasan seorang pemimpin bisa menginspirasi banyak orang adalah karena mereka telah mampu mengendalikan dirinya, menguasai pikiran dan tindakannya. Kekuatan tersebut termanifestasi ketika dia memimpin orang lain.

Contoh sederhananya adalah ketika kita memiliki target tertentu dalam jangka waktu tertentu. Tentu hal yang sulit untuk tetap fokus pada target yang kita buat, terlebih dengan berbagai dinamika dalam kehidupan. Selain itu, tentu ada banyak distraksi yang menganggu: dari lingkungan maupun media sosial.

Seseorang yang telah menguasai dirinya tidak akan terganggu dengan distraksi tersebut dan memfokuskan diri hanya terhadap hal-hal yang penting untuk meraih tujuannya.

2. Kepemimpinan keluarga

Tipologi kepemimpinan jenis ini bukan untuk mendefinisikan perusahaan yang dibentuk oleh suatu keluarga, melainkan lebih kepada kepemimpinan dalam nucleus family. Pada dasarnya, kepemimpinan di dalam keluarga inti bertujuan untuk menguatkan ikatan antar satu sama lain dan menumbuhkan seluruh anggota keluarga menjadi pribadi yang lebih baik.

Kepemimpinan keluarga memiliki peran yang penting karena mereka membentuk pola pikir generasi selanjutnya, karena keluarga adalah rumah pertama dalam pendidikan generasi muda.

Baca juga: Menjemput Masa Depan dengan Kepemimpinan Multidimensi

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.