Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/04/2022, 19:11 WIB

KOMPAS.com - Reality show Netflix terbaru, Old Enough!, menampilkan pentingnya mengajarkan kemandirian bagi anak di Jepang.

Tayangan ini sedang jadi trending di media sosial karena konsepnya yang menarik sekaligus membuat banyak orangtua 'ngeri'.

Old Enough! mengisahkan perjalanan anak-anak kecil, berusia 2-4 tahun, keluar rumah sendirian untuk melakukan beberapa tugas sederhana.

Penonton akan diajak menyaksikan perjalanan bocah kecil tersebut berpetualang keluar rumah sendirian.

Mereka pergi berbelanja bahan makanan termasuk berjalan kaki seorang diri dari rumah ke toko hingga menyeberang jalan dan naik transporasi umum sendirian.

Baca juga: Selimut atau Boneka Favorit Anak dapat Tumbuhkan Kemandirian

Ada kamera tersembunyi yang mengikuti anak tersebut dari kejauhan saat mereka melakukan tugas dan tantangan yang diberikan orangtua dan tim reality show tersebut.

Old Enough! merupakan tayangan dengan konsep fly-on-the-wall yang sudah menjadi hits di Jepang selama 30 tahun belakangan.

Namun konten ini tergolong baru khususnya untuk penonton di negara barat seperti Eropa dan Amerika sehingga memicu banyak pro dan kontra.

Old Enough!, konten lama tapi perdana tayang di Netflix

Old Enough! sebenarnya adalah reality show Jepang yang diproduksi tahun 2013 lalu.

Namun acara ini baru tayang di Netflix pada awal April 2022 ini dan langsung populer di kalangan penonton global.

Setiap segmen, yang durasinya bervariasi mulai dari 8-20 menit, berfokus pada perjalanan satu orang anak.

Kisah dan tugasnya bisa berbeda-beda namun seluruhnya menekankan soal pelajaran kemandirian bagi anak kecil di Jepang.

Saat ini, sudah ada 18 episode Old Enough! yang tersedia di Netflix dengan keunikan dan kelucuan bocahnya masing-masing.

Baca juga: Song Ji A, Bintang Reality Show Korea yang Terjerat Skandal Barang KW

Episoder perdana misalnya, berkisah soal Hiroki, anak laki-laki umur dua tahun, yang pergi ke supermarket lokal.

Misinya adalah berbelanja kue ikan, kari dan seikat bunga untuk ibunya dan dibekali dengan uang sebanyak 1.000 yen Jepang. 

Tugasnya mungkin sederhana namun perjalanannya terasa amat menantang khususnya ketika pergi tanpa pendampingan orang dewasa.

Apalagi, Hiroki kemudian berhasil melaksanakan tugasnya dengan berani dan penuh kemandirian.

Ia memang dibantu oleh beberapa orang yang ditemuinya di perjalanan namun kisahnya ini sukses menunjukkan kemandiriannya yang tentunya layak dipuji.

Di akhir episode, Hiroki mendapatkan pujian dari orangtuanya dan jelas kepercayaan dirinya meningkat.

Baca juga: 5 Tips Mendidik Anak agar Jadi Mandiri

Pandangan pakar soal konten Old Enough!

Lenore Skenazy, presiden Let Grow, sebuah organisasi nirlaba di New York yang mengadvokasi kemandirian masa kanak-kanak, mengatakan Old Enough! memberikan banyak pelajaran tersendiri.

"Menyenangkan untuk menyalakan TV dan melihat acara di mana anak-anak menjalankan tugas dan bahagia serta sukses," katanya, dikutip dari Insider.

Baca juga: Begini Cara Melatih Anak agar Mandiri Sejak Dini

Menurutnya, budaya pengasuhan di Jepang memang tergolong lebih santai di Amerika Serikat.

Kebanyakan orangtua di AS cenderung merasa anaknya dalam bahaya sehingga enggan melepas anaknya keluar rumah sendirian.

"Jika seseorang melihat seorang anak berusia 5 tahun, 4 tahun - dan tentu saja lebih dari 2 tahun - berjalan sendirian dari taman, mereka akan mengalami serangan jantung dan memanggil polisi."

Skenazy percaya, memberikan kebebasan dan kepercayaan merupakan hal yang sehat untuk orang dewasa maupun anak-anak.

Ilustrasi anak bermain di dalam rumah. PEXELS/TATIANA SYRIKOVA Ilustrasi anak bermain di dalam rumah.
Sementara itu Tanith Carey, penulis asal Inggris yang merilis buku soal pengasuhan anak mengaku ragu soal konten yang ditampilkan di Old Enough!

Secara pribadi, ia mendukung gagasan bahwa anak-anak harus diajari untuk berbuat lebih banyak untuk diri mereka sendiri

"Ketika anak-anak merasa percaya diri, itu membangun harga diri." jelasnya.

"Tapi - dan ini adalah 'tetapi' yang sangat besar - tugas yang diminta orang dewasa untuk mereka lakukan harus sesuai untuk perkembangan mereka," tandasnya.

Carey juga mengkritik perlakuan terhadap subjek reality show tersebut yakni anak-anak itu sendiri.

"Kesalahannya adalah membuat anak-anak menjadi figur yang menyenangkan dan menertawakan mereka dengan meminta mereka melakukan tugas-tugas yang belum siap mereka lakukan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.