Kompas.com - 13/04/2022, 06:36 WIB

KOMPAS.com - Memasuki rumah dengan sepatu yang baru saja digunakan di luar rumah dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan.

Faktanya, membawa sepatu ke dalam rumah bukan hanya melanggar sopan santun, melainkan juga dapat membahayakan kesehatan penghuni rumah.

Laporan yang diterbitkan The Conversation, kolaborasi antara jurnalis dan akademisi menunjukkan bahaya memakai atau meninggalkan sepatu di dalam rumah.

Seperti yang diketahui, partikel yang menumpuk di dalam rumah umumnya mencakup debu dan kotoran dari manusia dan hewan peliharaan, seperti rambut.

Baca juga: Tips Ampuh Cuci Sepatu Putih Tanpa Pemutih atau Pembersih

Sekitar sepertiga partikel berasal dari luar rumah, entah terbawa angin atau menempel di bagian bawah sepatu.

Beberapa mikroorganisme yang ada di sepatu dan lantai adalah patogen dan kuman yang kebal terhadap obat.

Ditambah lagi, racun penyebab kanker dari residu aspal serta bahan kimia yang dapat mengganggu sistem endokrin dari luar rumah juga dapat menempel di sepatu kita.

Laporan The Conversation mengukur dan menilai paparan berbagai kontaminan berbahaya yang ditemukan di dalam rumah, meliputi:

  • Gen resisten antibiotik (gen yang membuat bakteri resisten terhadap antibiotik)
  • Bahan kimia desinfektan di lingkungan rumah
  • Mikroplastik
  • Bahan kimia perfluorinated (juga dikenal sebagai PFAS, bahan kimia yang tidak dapat terurai)
  • Partikel radioaktif

Juga, laporan tersebut menilai tingkat logam yang berpotensi beracun seperti arsenik, kadmium, dan timbal di dalam rumah di 35 negara.

Baca juga: Gurihnya Bisnis Cuci Sepatu...

Seluruh kontaminan itu tidak memiliki bau dan tidak berwarna, sehingga sulit diketahui apakah terdapat kandungan arsenik atau timbal di lantai rumah kita atau tidak.

Lebih lanjut, laporan tersebut juga mengungkap hubungan yang kuat antara partikel di dalam rumah dengan yang ada di halaman rumah.

Kemungkinan, kotoran di halaman terbawa angin, terinjak sepatu atau kaki hewan peliharaan dan pada akhirnya masuk ke dalam rumah.

Satu artikel yang diterbitkan Wall Street Journal mengungkap, meletakkan sepatu di dalam rumah bukan sesuatu yang buruk.

Penulis artikel menjelaskan, E.coli --bakteri yang berkembang di usus banyak mamalia termasuk manusia-- tersebar di berbagai tempat.

Maka wajar, jika bakteri E.coli bisa ditemukan di bagian bawah sepatu.

Terlepas dari artikel tersebut, paparan bakteri jenis apa pun dalam tingkat tinggi berisiko menimbulkan penyakit.

Baca juga: Gents Quarters, Tempat Ngopi, Cukur, Jahit Jas, hingga Cuci Sepatu

Risiko penyakit semakin besar jika sepatu yang digunakan di luar diletakkan di pintu masuk rumah, atau bahkan dipakai berjalan-jalan di dalam rumah.

Jadi, mengapa tidak meletakkan sepatu di luar pintu masuk?

Jika kita memerlukan alas kaki di dalam rumah, solusinya mudah. Belilah beberapa alas kaki khusus dalam ruangan yang tidak untuk digunakan ke luar.

Satu studi menunjukkan, beberapa bakteri atau kotoran bermanfaat karena membantu mengembangkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko alergi.

Tetapi ada cara yang lebih baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Pergilah ke luar rumah, mendaki gunung, dan menikmati alam bebas. Bukan membawa sepatu kotor ke dalam rumah kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNN


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.