Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/04/2022, 09:00 WIB
Dinno Baskoro,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber Popsugar

Faktor-faktor tersebut termasuk genetika, sistem neuroendokrin yang memodulasi respons tubuh terhadap stresor, dan faktor-faktor yang berkaitan dengan lingkungan dan situasi sosial.

Seperti yang disinggung pelantun Baby One More Time itu, depresi perinatal bisa membuat penderitanya merasa terisolasi dan tidak berdaya.

Meski pun depresi perinatal dapat memengaruhi siapa saja selama atau setelah kehamilan, tapi orang-orang dengan riwayat bipolar.

Selain itu, orang-orang yang punya cerita kehamilan yang traumatis, riwayat kekerasan fisik atau seksual hingga kurangnya dukungan sosial juga berisiko tinggi.

Depresi perinatal bisa menyebabkan gejala yang bervariasi tergantung kondisi pasien.

Secara umum, gejala depresi perinatal mencakup perasaan sedih, cemas, ketidakberdayaan, kelelahan, sulit konsentrasi sampai mengalami masalah ikatan batin dengan bayi.

Dalam kasus yang lebih parah, gangguan mental ini bisa menyebabkan pikiran untuk bunuh diri atau menyakiti bayi dan dirinya sendiri.

Baca juga: Apa Itu Baby Blues, Gejala, dan Perbedaannya dengan Depresi Postpartum

Depresi perinatal bisa diobati

Para ahli menekankan, depresi perinatal biasanya tidak hilang dengan sendirinya. Sejumlah pengobatan diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Segera hubungi bantuan layanan medis jika mengetahui ada kerabat yang mengalami depresi selama atau setelah hamil.

Gangguan kesehatan mental ini dapat diatasi dengan bantuan profesional seperti psikolog atau penyedia layanan kesehatan lain untuk didiagnosis gejalanya lebih lanjut.

Selain konseling, sejumlah obat terapi seperti antidepresan dapat membantu pasien meringankan masalah yang diderita.

Perawatan dan dukungan yang tepat dapat meringankan gejala dan membantu pasien merasa lebih sehat dan bahagia sebagai orangtua.

Baca juga: Britney Spears Ungkap Pengalaman Pahit Hidupnya dalam Sebuah Buku

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber Popsugar
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com