Kompas.com - 14/04/2022, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Mengajukan kenaikan gaji kepada atasan adalah hal yang normal dan hak setiap pekerja.

Kita merasa sudah bekerja dengan optimal dan memberikan manfaat lebih kepada perusahaan.

Rasanya wajar meminta tambahan gaji sebagai kompensasi atas kinerja yang kita berikan.

Baca juga: Ingin Alih Profesi? Ketahui 10 Pekerjaan yang Tawarkan Gaji Tertinggi

Namun, negosiasi soal kenaikan gaji seringkali menjadi proses yang sulit dan menegangkan.

Rasa takut akan penolakan dan kekecewaan membuat kita bingung dan kehabisan kata-kata.

Salah-salah, kita mungkin malah menggunakan bahasa yang dapat merusak peluang kenaikan gaji yang diinginkan.

Agar proses naik gaji berjalan lancar, berikut adalah lima kalimat yang sebaiknya tidak digunakan, berdasarkan rekomendasi para ahli.

Sebaliknya, gunakan alternatif kalimat lain yang lebih efektif sekaligus jitu, dikutip dari CNBC.

"Saya ingin naik gaji"

Seringkali, kita hanya ngotot mengatakan kepada atasan untuk 'ingin naik gaji' tanpa memberikan perinciannya.

Padahal cara terbaik untuk mendapatkan kenaikan penghasilan adalah dengan mengatakan dengan tepat kisaran gaji yang kita inginkan.

Jangan ragu-ragu karena merasa permintaan gaji yang kita ajukan terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Baca juga: Baru Punya Gaji? Pikirkan 4 Hal Penting Ini Sebelum Belanja-belanja

Untuk mengetahui besaran yang tepat, cari informasi soal jumlah gaji yang diterima rekan sekantor atau di pasaran bursa kerja untuk posisi yang kita pegang.

Gunakan data itu untuk menentukan jumlah terendah yang akan kita terima dan nyatakan dengan jelas.

"Saya pikir saya pantas mendapatkan ini karena ..."

Syarat dan cara cek penerima program bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 jutaShutterstock/Pramata Syarat dan cara cek penerima program bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta
Ganti kalimat di atas dengan alternatif yang lebih baik seperti, "Saya pantas mendapatkan ini karena ..."

Tunjukkan jika kita yakin benar seberapa besar nilai kita bagi perusahaan dan tidak takut untuk menegosiasikannya.

Jika selama ini mendapatkan pujian dari rekan kerja, atasan atau bukti prestasi kinerja lainnya, sampaikan hal tersebut.

Baca juga: Segera Resign! Ini Tanda-tanda Kita Harus Mencari Pekerjaan Baru

Data tersebut bisa menjadi pendukung agar permintaan kita lebih dipertimbangkan oleh atasan.

Sampaikan prestasi kita dalam ukuran yang jelas misalnya peningkatan pendapatan atau proyek sukses yang kita kerjakan.

"Saya berharap untuk ..."

Menggunakan kata-kata aspirasional seperti "harapan" mengesankan kita tidak pernah benar-benar berusaha mendapatkan kenaikan gaji tersebut.

Jika ingin naik gaji, sampaikan dan kata hal tersebut dengan mantap lengkap dengan data pendukungnya

Ketika kita membingkai permintaan naik gaji sebagai fakta objektif, itu akan terlihat lebih rasional dan lebih sulit untuk ditolak.

Sebagai gantinya, katakan, "“Berdasarkan bagaimana pengalaman saya dihargai di pasar dan dalam organisasi ini, saya berharap…”

Baca juga: 5 Tips Membiasakan Diri Saat Kantor Terapkan Work From Office (WFO)

"Saya akan pindah ke perusahaan lain..."

Ilustrasi pekerja asing yang bekerja secara remote untuk perusahaan di Indonesia.SHUTTERSTOCK/NIK ANDR Ilustrasi pekerja asing yang bekerja secara remote untuk perusahaan di Indonesia.
Mengancam untuk berhenti bekerja dan pindah ke perusahaan lain adalah hal yang terlalu berisiko.

Alih-alih naik gaji, kita mungkin malah dipersilahkan mengajukan surat resign oleh bos.

Tawaran pekerjaan dari luar dapat digunakan sebagai pendukung tapi harus dimanfaatkan dengan hati-hati. 

Baca juga: 6 Tanda Kamu Harus Resign dan Mencari Pekerjaan Baru

Sebutkan jika kita sudah memiliki tawaran dari perusahaan lain namun lebih tertarik melanjutkan karier saat ini.

Misalnya dengan kalimat, “Saya telah menerima tawaran lain, tetapi saya lebih tertarik untuk membuat posisi ini berkelanjutan.”

Cara ini lebih efektif dan kolaboratif untuk menggunakan leverage kita sehingga membuat situasi tetap positif sambil menekankan perlunya alasan untuk bertahan di kantor sekarang.

"Terima kasih, omong-omong.."

Tidak setiap negosiasi kenaikan gaji diselesaikan dengan mudah karena kita mungkin mendapatkan penolakan.

Namun jangan putus asa karena itu hanya sebuah permulaan jika kita masih ingin bertahan di kantor.

Berikan pertanyaan lebih jauh dengan mengeksplorasi respon atas, misalnya kapan dan syarat untuk mendapatkan kenaikan penghasilan tersebut.

Baca juga: Jangan Asal Minta Naik Gaji, Persiapkan Dulu Hal Ini

Setujui pencapaian tertentu sehingga kita tidak perlu menebak kapan bisa mengajukan pertanyaan serupa.

Namun jika atasan menghindar memberi jawaban gamblang, mungkin ini saatnya mempertimbangkan mencari pekerjaan baru yang lebih menghargai skill kita.

Harus diingat, perlunya melakukan percakapan tersebut dengan penuh kepercayaan diri karena perusahaan butuh keahlian kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNBC


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.