Medio by KG Media
Siniar KG Media

Saat ini, aktivitas mendengarkan siniar (podcast) menjadi aktivitas ke-4 terfavorit dengan dominasi pendengar usia 18-35 tahun. Topik spesifik serta kontrol waktu dan tempat di tangan pendengar, memungkinkan pendengar untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus, menjadi nilai tambah dibanding medium lain.

Medio, sebagai bagian dari KG Radio Network yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut.

Info dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id

Mengapa Terkadang Sukses Tak Membuat Kita Bahagia?

Kompas.com - 14/04/2022, 18:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Padahal, salah satu indikator yang PBB terapkan untuk peringkat negara paling bahagia adalah kemurahan hati. Hal ini dapat dilihat melalui rasa percaya kita dengan orang satu negara.

Selain itu, kepercayaan ini juga dapat dilihat pada pemikiran masyarakat terhadap pemerintah. Dikatakan bahwa negara bahagia memiliki rakyat yang percaya kalau pemimpinnya tidak korupsi.

Namun, hal tersebut tampaknya tak berlaku di Indonesia yang menurut laporan World Happiness 2022 kini berada di peringkat ke-87. Hal ini karena banyak masyarakat kita yang masih skeptis terhadap satu sama lain.

Hal ini tentu bukan tanpa sebab. Jika ingin dipercaya, seharusnya kita sama-sama membangun rasa tersebut dengan mulai melakukan proses atau usaha yang sehat.

Arvan juga menambahkan bahwa, "Kepercayaan kita terhadap sesama, itu juga sumber kebahagiaan kita."

Terlalu Menuhankan Hasil

Pendiri Virgin Group, Richard Branson, dalam unggahan LinkedIn-nya mengatakan bahwa banyak orang yang mengukur kesuksesan lewat uang atau banyaknya relasi. Padahal, menurutnya, "Kesuksesan yang sesungguhnya itu diukur dari seberapa bahagia dirimu."

Ketika terlalu berorientasi pada hasil, kita cenderung tak menikmati proses. Selain itu, apabila gagal, kita juga akan menyalahkan diri sendiri atas kelemahan yang dimiliki.

Bahkan, menurut Arvan kesuksesan sudah seperti "Tuhan" karena dianggap paling penting. Sering kali kita melakukan itu karena anggapan kalau sudah sukses, maka semua dapat dilakukan dengan lancar.

Baca juga: Agar Tak Keliru, Seimbangkan Profesi dan Gaya Hidup dengan Cara Ini

Justru, saat kita berada di puncak tertinggi kesuksesan, tantangan baru yang lebih sulit baru saja dimulai.

Tak Memiliki Makna Kehidupan

Kita melihat fenomena banyak orang dengan karier cemerlang tapi hidupnya hampa. Mereka akhirnya terjerumus pada hal yang salah, seperti narkoba dan alkohol.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.