Kompas.com - 15/04/2022, 11:59 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tak sedikit yang meyakini bahwa mengonsumsi telur mentah memiliki berbagai khasiat untuk tubuh.

Namun, apakah aman mengonsumsinya?

Dikutip dari Cleveland Clinic, sebenarnya telur mentah justru tidak aman jika dikonsumsi tanpa proses pasteurisasi terlebih dahulu.

Artinya, telur mentah bisa mengandung bakteri berbahaya.

Bahkan, meskipun telur dijual dalam keadaan dipasteurisasi (dipanaskan untuk membunuh bakteri), kita tidak boleh langsung memakannya begitu saja.

Pasalnya, kita bisa saja keracunan bakteri salmonella, meski peluangnya kecil.

“Itu tidak sering terjadi. Hanya satu dari 20.000 telur saja yang memiliki salmonella,” ujar ahli diet Beth Czerwony, MD.

Namun, kita tentu tak ingin sampai keracunan, kan?

Jadi, sebaiknya tetap hindari konsumsi telur mentah, teutama bagi lansia berusia 65 tahun ke atas atau orang dengan sistem imun yang lemah.

Kita juga perlu menetapkan protokol persiapan makanan yang tepat.

Keracunan salmonella sendiri bisa menyebabkan berbagai efek tak menyenangkan, mulai dari diare, kram, muntah, hingga dehidrasi.

Selain telur mentah, salmonella juga bisa datang dari produk yang tidak dicuci, daging mentah dan bahkan barang yang sudah dikemas.

Baca juga: 7 Dampak yang Dirasakan Tubuh jika Makan Telur Setiap Hari

Apakah telur mentah memiliki manfaat kesehatan?

Telur memang sehat.

Putih telur penuh dengan protein dan tidak mengandung lemak, sementara kuning telur kaya nutrisi dan mengandung lemak sehat serta vitamin A, D, dan E.

Kuning telur juga mengandung kolin, yang baik untuk mata.

Jadi, jika kita mendapatkan manfaat kesehatan setelah memakan telur mentah, itu sebenarnya merupakan manfaat yang berasal dari kuning telur.

Namun, kita tak perlu memakan telur secara mentah untuk mendapatkan manfaatnya.

Sebab, Czeworny berpendapat bahwa memasak terlur tak akan menghilangkan manfaat kesehatan dan nutrisi dari kuning telur.

“Secara nutrisi, tidak ada manfaat lebih dari telur mentah jika dibandingkan dengan telur matang,” kata Czerwony.

“Anda tidak kehilangan nutrisi apa pun dengan memasaknya. Jika Anda khawatir tentang salmonella, itu akan terbunuh dalam proses memasak,” lanjutnya.

Apa yang akan terjadi jika makan telur mentah?

Selama tidak mengandung salmonella, sebenarnya makan telur mentah tidak berbahaya, meski mungkin akan membuat beberapa orang jijik karena berlendir.

Czerwony juga berpendapat bahwa orang-orang yang mengonsumsi telur mentah sebenarnya hanya ingin mendapatkan protein ekstra tanpa mengonsumsi protein shake.

Namun menurutnya, sebenarnya ada pilihan yang lebih baik jika ingin menambah asupan protein.

“Ada begitu banyak makanan kaya protein lain yang bisa kita makan sebagai gantinya. Telur mentah merupakan pilihan terbaik atau satu-satunya,” kata Czerwony.

Lalu bicara soal konsumsi telur mentah, sebenarnya mungkin secara tak sadar kita telah mengonsumsinya.

Pasalnya, ada beberapa makanan yang mengandung telur mentah, seperti beberapa tipe icing, mayonnaise buatan sendiri, caesar salad dressing, atau meringue.

Eggnog dan adonan kue serta brownies pun mengandung telur mentah.

Namun tak perlu panik jika kita memerlukan telur mentah untuk membuat kue.

Kita tetap bisa memiliIh telur pasteurisasi untuk membuatnya lebih aman.

“Jika telur berada di dalam cangkang atau dalam karton dan dipasteurisasi, USDA mengatakan bahwa telur mentah aman dikonsumsi,” kata Czerwony.

“Akan ada beberapa resep di mana kita perlu menggunakan telur mentah. Jadi kita bisa menggunakan telur yang dipasteurisasi,” ujarnya.

Selain itu, kita juga bisa mengambil beberapa langkah untuk mencegah keracunan salmonella jika membutuhkan telur mentah untuk memasak.

Pertama-tama, masukkan telur ke dalam lemari es.

Lalu saat memasak dengan telur mentah, berhati-hatilah dengan kontaminasi silang.

Untuk itu, jaga agar tempat memasak selalu bersih. Misalnya, dengan memiliki wastafel yang penuh dengan air sabun panas dan membersihkannya dengan itu.

Lalu, kita juga perlu sering mencuci tangan, terutama setelah memegang telur mentah.

Talenan pun sebaiknya diganti jika telah berurusan dengan telur mentah.

Menjaga semuanya tetap bersih dapat membantu mencegah bakteri berbahaya menyebar atau berkembang.

Selain itu, Czerwony juga mengingatkan agar kita tidak meninggalkan telur begitu saja di meja.

Sebab, kita dapat memecahkannya dan dapat bercampur dengan benda lain secara tidak sengaja.

Baca juga: Benarkah Telur Mentah Lebih Banyak Nutrisinya?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.