Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Ingin Berkarier di "Startup E-Commerce"? Ketahui Sejumlah Hal Berikut

Kompas.com - 18/04/2022, 10:19 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Jessica Chandhika, P Tommy YS Suyasa, dan Gabriela Carissa Averina *

USAHA di sektor digital di Indonesia semakin melejit. Penerapan digitalisasi dan revolusi industri 4.0 oleh beragam startup yang marak bermunculan akhir-akhir ini mendorong kemajuan ekonomi digital di Indonesia.

Diperkirakan tahun 2025, ekonomi digital Indonesia akan mencapai nilai 124 miliar dollar AS atau setara dengan 40 persen total nilai ekonomi digital Asia Tenggara (Nurhadi, 2021).

Baca juga: Erick Thohir: BUMN Dampingi 157 Startup, Dorong Jadi Ekosistem Besar

Perpaduan antara perbaikan infrastruktur, pertambahan jumlah penduduk kelas menengah dan generasi muda yang melek teknologi, perubahan pola konsumsi masyarakat, dan persebaran teknologi serta informasi digital yang semakin merata di tengah pandemi Covid-19 telah menciptakan iklim yang optimal bagi perkembangan sektor terpopuler startup, yaitu electronic commerce (e-commerce) di Indonesia (GlobalData, 2022).

Apa itu startup dan e-commerce?

Eric Ries, pencipta metodologi Lean Startup mendefinisikan startup sebagai institusi yang dirancang untuk menciptakan produk atau layanan baru di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian (McGowan, 2022). Secara teknis, startup adalah perusahaan yang berada dalam tahap awal perkembangan.

Startup identik dengan beberapa ciri berikut: berfokus pada pertumbuhan, bertujuan untuk memecahkan suatu masalah, berkomitmen untuk mengubah status quo, berfungsi untuk memenuhi kesenjangan di pasar, dan bersifat adaptif serta inovatif (McGowan, 2022).

Definisi e-commerce merujuk pada segala bentuk kegiatan ekonomi yang dilakukan melalui media elektronik, seperti televisi, smartphone, ataupun internet (Wigand, 1997).

Sebagai pemimpin di Asia Tenggara, pasar e-commerce Indonesia tahun ini diperkirakan tumbuh hingga delapan kali lipat dibandingkan tahun 2018 dan penetrasi e-commerce pada para pengguna internet akan meningkat menjadi 83 persen (Das et al., 2018).

Berdasarkan laporan terbaru dari Momentum Works, sektor e-commerce Indonesia menyumbang 20 persen dari total penjualan ritel pada 2020, melebihi angka yang diraih di Amerika Serikat (AS), Prancis, Denmark, Norwegia, Swedia, dan Spanyol (Momentum Works, 2021).

Sebagai bangsa dengan usia penduduk rata-rata 31,1 tahun, Indonesia menyaksikan peningkatan jumlah penduduk angkatan kerja yang melek teknologi (JP Morgan, 2020). Dengan menyadari semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi digital dan munculnya beragam startup di sektor e-commerce belakangan ini, tidak heran jika anak muda Indonesia yang sudah akrab dengan e-commerce tergiur untuk mengejar karier di industri tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.