drg. Citra Kusumasari, SpKG (K), Ph.D
dokter gigi

Menyelesaikan Program Doktoral di bidang Kariologi dan Kedokteran Gigi Operatif (Cariology and Operative Dentistry), Tokyo Medical and Dental University, Jepang.

Sebelumnya, menempuh Pendidikan Spesialis Konservasi Gigi di Universitas Indonesia, Jakarta dan Pendidikan Dokter Gigi di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Berpraktik di berbagai rumah sakit dan klinik di Jakarta. Ilmu karies, estetik kedokteran gigi, dan perawatan syaraf gigi adalah keahliannya.

Apa yang Terjadi pada Air Liur di Rongga Mulut Selama Berpuasa?

Kompas.com - 18/04/2022, 15:52 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh drg. Citra Kusumasari, Sp.K.G.(K), Ph.D.

SALIVA atau air liur adalah cairan tubuh pelindung terpenting di dalam rongga mulut. Air liur memiliki berbagai fungsi, seperti pembersihan sisa makanan dan bakteri, menetralkan kondisi lingkungan rongga mulut yang rusak akibat asam dan basa kuat, mengandung kalsium yang membantu dalam proses remineralisasi gigi, memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus.

Air liur mengandung sejumlah protein yang berperan dalam melindungi jaringan mulut, seperti lysozyme, lactoferrin, lactoperoxidase, immunoglobulins, agglutinin, dan mucin. Air liur mengandung 99.5 persen air, 0.3 persen protein anorganik, dan 0.2 persen substansi lainnya.

Protein air liur memiliki 5 peran, yaitu: untuk aglutinasi mikroba, lisis membran mikroba, anti jamur, antivirus, dan proses pengaturan imun pada jaringan mukosa. Selain itu, air liur memiliki peran yang sangat penting dalam menetralkan kondisi asam.

Baca juga: Kenapa Air Liur Keluar Terus Saat Puasa? Ini Kata Dokter

Derajat keasaman (pH) air liur ditentukan oleh komposisi elektrolit dalam air liur. Jika terjadi perubahan pada komponen air liur, maka pH dapat memengaruhi fungsi dan perannya dalam rongga mulut, sehingga dapat menimbulkan efek yang berbahaya bagi kesehatan rongga mulut.

Selain itu, cairan rongga mulut merupakan spesimen biologis yang non-invasif yang mudah digunakan sebagai bahan diagnosa untuk berbagai penyakit dan situasi klinis.

Kondisi saat berpuasa

Bulan Ramadan adalah bulan ke-9 di dalam kalender Islam dan umat muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk menjalankan puasa (tidak makan dan minum), mulai dari matahari terbit sampai terbenam selama satu bulan penuh.

Normalnya, air liur berfungsi sebagai faktor kritis untuk menjaga kesehatan mukosa mulut. Ketika puasa, mulut tidak berfungsi untuk makan dan minum dengan normal sehingga kelenjar air liur menjadi kurang aktif. Hal itu menyebabkan produksi air liur menurun dan terjadi perubahan derajat keasaman (pH) air liur.

Baca juga: 8 Tips Mengatasi Bau Mulut yang Sering Timbul Saat Puasa

Berbagai laporan mengenai perubahan metabolik yang dihubungkan dengan puasa, antara lain: berat badan menurun dan dehidrasi. Perubahan tersebut memungkinkan terjadinya risiko tambahan pada individu yang memiliki penyakit diabetes dan hipertensi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.