Kompas.com - 20/04/2022, 06:18 WIB

KOMPAS.com – Ada banyak hal yang bisa kita rasakan saat mengalami stres, seperti pikiran sulit fokus, insomnia, diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung.

Selain yang sudah disebutkan, tidak menutup kemungkinan stres juga mengakibatkan tukak lambung.

Tukak lambung merupakan luka pada dinding lambung yang jika dibiarkan dapat mengganggu proses pencernaan makanan.

Baca juga: Sering Mual dan Begah, Pahami Ciri-ciri Tukak Lambung

Luka tersebut bisa timbul karena beberapa faktor, yakni infeksi H. pylori yang disebabkan oleh bakteri usus atau keseringan mengonsumsi NSAID.

Ada pun, H. pylori, adalah jenis bakteri yang dapat menginfeksi lambung dan usus kecil.

Sementara NSAID yang merupakan singkatan dari Nonsteroidal Anti-inflammantory Drugs, obat antiinflamasi nonsteroid untuk pereda nyeri, peradangan, dan demam.

Kaitan stres dan tukak lambung

Para peneliti sejak lama telah mencari tahu apakah stres dapat mengakibatkan tukak lambung.

Hasilnya adalah stres menurut banyak penelitian sering menjadi penyebab dari masalah di dalam perut tersebut.

Hal itu dikatakan oleh seorang ahli gastroenterologi dari Cleveland Clinic, Christine Lee, MD.

Ia menyampaikan, orang yang didiagnosis dengan tukak lambung sering melaporkan tingkat stres yang tinggi dalam kehidupan sehari-harinya.

Baca juga: Mengenal Bakteri Penyebab Tukak Lambung Bisa Memicu Kanker

Respons alami tubuh terhadap stres juga meningkatkan asam lambung yang menjadi sumber terjadinya tukak lambung.

Hal itulah yang kemudian mendorong orang-orang mengonsumsi banyak NSAID untuk mengatasi rasa sakit dan nyeri.

Selain menjadi penyebab tukak lambung, Dr. Lee menuturkan stres juga mendorong penggunaan alkohol dan tembakau yang lebih banyak.

Padahal dua kebiasaan tidak menyehatkan itu merupakan faktor yang memicu dan memperburuk perkembangan ulkus atau luka terbuka pada jaringan kulit ataupun selaput lendir.

“Kebanyakan orang memandang stres sebagai sesuatu yang tidak menyebabkan sakit maag dengan sendirinya,” kata Dr. Lee.

Penyebab tukak lampung

Perlu diketahui bahwa di dalam perut terdapat lapisan yang melindunginya dari asam kaustik dan enzim di dalam usus.

Ulkus yang bisa menimbulkan rasa nyeri dapat muncul di lapisan tersebut dan ketika lapisan rusak kemungkinan cairan akan menggerogoti dinding perut.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa tukak lambung disebabkan oleh H. Pylori dan NSAID.

Baca juga: 7 Penyebab BAB Berdarah, Salah Satunya Tukak Lambung

Sebenarnya sebanyak 50-75 persen populasi dunia memiliki bakteri H. pylori di perut mereka.

Bagi sebagian besar orang bakteri itu bukan masalah. Namun, terkadang H. pylori berkembang biak dan mengakibatkan sistem kekebalan tidak dapat dikendalikan.

Pertumbuhan H. pylori yang berlebihan dapat merusak dinding perut yang selanjutnya menyebabkan timbulnya ulkus.

Sementara sekitar 40 persen dari kasus tukak lambung terkait dengan H. pylori.

Kemudian, NSAID yang juga menjadi biang tukak lambung dapat mengakibatkan iritasi jika dikonsumsi secara berlebihan.

Terlalu sering meminum obat tersebut juga menghalangi kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki kerusakan.

Di sisi lain, NSAID dapat menurunkan produksi hormon yang disebut prostaglandin.

Hormon tersebut berfungsi untuk mengurangi ketebalan lapisan atau mengganggu kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki kerusakan lapisan perut.

Menurut catatan, sebanyak 50 persen kasus tukak lambung disebabkan oleh penggunaan NSAID yang berlebihan.

Baca juga: 5 Obat Tukak Lambung, Fungsi, dan Efek Sampingnya

 

Gejala tukak lambung

Setelah mengetahui apa saja pemicu tukak lambung, mari beralih ke gejala apa saja yang bisa kita ketahui untuk mengecek kemungkinan mengalami tukak lambung.

Gejala klasik dari tukak lambung secara umum adalah rasa tidak nyaman dan gangguan pencernaan.

Gejala itu dapat digambarkan sebagai sensasi intens yang terkadang menyertai nyeri usus. Ketidaknyamanan biasanya dirasakan ketika perut dalam kondisi kosong.

Tukak lambung juga dapat diketahui dari gejala lain, seperti perut mengalami kembung, terasa mual, dan muntah.

Bisakah tukak ambung hilang?

Umumnya tukak lambung dapat sembuh dengan obat yang diracik untuk mengurangi asam lambung dan memberikan lapisan pelindung di atasnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan obat yang diberikan dapat membunuh bakteri apabila infeksi H. pylori menjadi biang dari tukak lambung.

Tukak lambung juga bisa diatasi dengan berhenti merokok dan tidak lagi meminum NSAID.

Dengan begitu tukak lambung tidak akan kambuh lagi dalam waktu dekat atau di masa yang akan datang.

Pentingnya mengelola stres

Karena stres memiliki kaitan dengan tukak lambung, para penderitanya harus belajar untuk memahami dan mengelola stres.

Baca juga: Tips Puasa Ramadhan untuk Penderita Maag dan Tukak Lambung

Dr. Lee menjelaskan, stres bisa dikelola dengan mempelajari cara menangani stresor dengan lebih baik.

Dengan begitu, hidup orang-orang yang sempat merasakan tukak lambung bisa menjadi lebih sehat, bahagia, dan produktif.

Jika masih bingung baagaimana mengelola stres, cara-cara di bawah ini bisa dicoba:

- Teknik relaksasi seperti meditasi
- Latihan rutin
- Tidur yang cukup

Apabila diri sendiri belum bisa mengatasi masalah yang satu ini dan terus-menerus merasa hidup berat, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter atau terapis. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.