Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Tepung Pisang Hijau, Superfood Baru Pengganti Terigu

Kompas.com - 23/04/2022, 09:38 WIB
Dinno Baskoro,
Sekar Langit Nariswari

Tim Redaksi

Sumber SCMP

KOMPAS.com - Tepung pisang hijau semakin populer di India sebagai alternatif pengganti tepung terigu yang lebih sehat.

Sejumlah ahli gizi setempat bahkan menyebutnya sebagai superfood baru di tahun 2022.

Istilah superfood sendiri merupakan rujukan bagi makanan yang punya nilai gizi lebih tinggi daripada makanan biasa.

Melansir SCMP, tepung pisang hijau adalah salah satu bahan makanan yang terbuat dari pisang mentah yang dikeringkan, dicincang dan dihaluskan sampai teksturnya seperti tepung.

Bahan makanan ini bisa dibuat dengan atau tanpa kulit pisangnya yang masih hijau.

Untuk tepung pisang hijau yang dibuat bersama kulitnya, akan lebih nikmat diolah menjadi masakan gurih.

Baca juga: 10 Cara Membuat Kue Putri Salju Lumer, Lihat Jenis Tepung dan Gulanya

Hotel dan restoran mulai beralih ke tepung pisang hijau

Ilustrasi tepung custard.DOK.SHUTTERSTOCK/LYNNE ANN MITCHELL Ilustrasi tepung custard.
Beberapa hotel dan restoran di India menambahkan resep tepung pisang ke dalam menu mereka.

Mulai dari hidangan gurih seperti rotis dan dosas (crepes lentil yang difermentasi), waffel, tortilla, kari, aneka saus hingga makanan penutup.

Gagandeep Singh Sawhney, executive chef di hotel Shangri-La Eros, New Delhi, mengatakan ada permintaan yang meningkat untuk hidangan tepung pisang.

“Selama pandemi, kebanyakan orang beralih ke makanan sehat. Jadi kami memiliki banyak tamu yang meminta makanan bebas gluten atau [ramah] diabetes, dan tepung pisang sangat cocok dengan itu,” pungkasnya.

Baca juga: Jangan Asal Ikutan Pola Makan Bebas Gluten

Meskipun baru populer di India sebagai superfood, tepung pisang sudah dikenal sebagai pengganti gandum yang rendah kadar karbohidrat di berbagai negara Barat.

Menurut ahli diet, Aarti Mukherji, dari Max Super Specialty Hospital di New Delhi, tepung ini tidak terbuat dari biji-bijian sehingga bebas gluten dan baik untuk orang yang memiliki penyakit celiac.

“Orang-orang di Afrika Barat, Asia Tenggara, dan negara-negara Amerika Selatan dan Tengah telah menggunakannya selama berabad-abad,” kata Mukherji.

“Ini juga telah digunakan di beberapa bagian Afrika dan Jamaika, sebagai alternatif tepung terigu yang lebih murah di antara orang miskin.”

Manfaat tepung pisang hijau menjaga imunitas

Para ahli gizi yang berbasis di India telah meneliti kandungan dari tepung pisang hijau.

Mereka menemukan sejumlah manfaat pisang yang lebih kompleks ditemukan pada tepung satu ini.

Nutrisinya terbilang padat, karena mengandung karbohidrat kompleks, tinggi serat, potasium, mineral, magnesium, vitamin dan rendah lemak.

Tepung pisang hijau juga dapat dijadikan sebagai alternatif tepung yang bebas gluten (tidak seperti tepung gandum).

Baca juga: Manfaat Buah Pisang untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Menurunkan berat badan

Ilustrasi buah pisangSHVETS production/ Pexels Ilustrasi buah pisang
Sebagai superfood baru, manfaatnya tidak cuma menjaga kesehatan dan imun tubuh namun juga mendukung program penurunan berat badan dan mengurangi nafsu makan.

"Kandungan serat yang tinggi tidak hanya menyehatkan sistem pencernaan, tapi membuat perut kenyang lebih lama dan mengontrol berat badan,"

Demikian kata Urvashi Agarwal, pelatih kesehatan integratif yang berbasis di Uttar Pradesh, India Utara.

Melancarkan sistem pencernaan

Agarwal menambahkan, tepung pisang hijau juga sarat akan pati resisten dan serat prebiotik yang meningkatkan kesehatan usus dan membakar lemak di perut.

“Tepung ini meningkatkan kesehatan pencernaan dan meningkatkan bakteri usus," tambahnya.

Manfaatnya pun tak cuma bisa dirasakan bagi orang dewasa, tapi aman pula dikonsumsi bayi di atas 6 bulan.

Kandungan mineralnya juga sehat bagi ibu hamil, orang dengan diabetes dan obesitas.

Baca juga: 4 Manfaat Superfood Alpukat, Sudahkah Kamu Tahu?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com