Kompas.com - 23/04/2022, 12:54 WIB

Charnes juga mengatakan bahwa ingatan sekecil apapun tentang pelecehan yang dialami sudah cukup untuk menyebabkan seseorang menjauh dari affect regulation.

Dilansir dari Frointersin, affect regulation merupakan mekanisme di mana emosi, suasana hati, perasaan, dan ekspresi kita dimodulasi dalam mengejar keseimbangan afektif atau homeostasis.

Baca juga: 5 Fakta Persidangan Johnny Depp Vs Amber Heard, Masuk Babak Baru

Dalam kasus Johnny Depp vs Amber Heard, terlepas dari siapa yang salah, tampaknya trauma masa kecil membuat hubungan keduanya menjadi toxic atau beracun.

Aktor berusia 58 tahun ini seakan menjadi ayah Heard yang mengerikan, sementara pasangannya mewakili mendiang ibu Johnny Depp yang kejam dan kasar.

Hal tersebut terjadi karena masing-masing pihak memandang pasangannya berhubungan dengan penyerangan dan kekerasan yang dialami sejak kecil.

Hal itulah yang menurut Charness membuat hubungan antara kedua bintang Hollywood ini yang semula bahagia menjadi toxic.

“Trauma masa kecil yang masih terpendam dapat mengubah cinta menjadi kebencian dan beracun secara instan,” ujarnya.

Waspadai 12 tanda toxic relationship

Dalam artikelnya, Charness juga menuliskan 12 tanda toxic relationship yang perlu diwaspadai.

Kesadaran sejak dini bisa mencegah hubungan kita menjadi memburuk sebelum terjadi hal yang tak diinginkan, seperti kasus Amber Heard dan Johnny Depp.

Berikut tanda-tanda toxic relationship menurut Michelle Charness:

  • Komunikasi beracun
  • Kurangnya rasa saling dukung
  • Kecemburuan
  • Sikap posesif dan ingin mengendalikan
  • Kebencian
  • Ketidakjujuran
  • Hati-hati berlebihan
  • Kekerasan fisik
  • Pelecehan emosional
  • Pelecehan seksual
  • Penyalahgunaan zat
  • Kekejaman

Baca juga: 8 Tanda Toxic Relationship di Hubungan Kim Kardashian dan Kanye West

Berdasarkan sejumlah fakta di pengadilan yang diungkap ke publik, Charless menilai Johnny Depp dan Amber Heard telah mengalami semua tanda-tanda hubungan toxic itu.

“Meskipun tampaknya mereka telah mencari pengobatan sebagai pasangan, menyembuhkan luka dari pelecehan masa kanak-kanak sangat penting,” kata Charness.

Disampaikan pula, andaikan mereka bisa mengatasi trauma historis yang dipicu orangtuanya, kemungkinan perilaku toxic yang menghancurkan hidupnya itu bisa dihindari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.