Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 03/10/2022, 12:43 WIB

KOMPAS.com - Pisang banyak digemari masyarakat karena rasa buah yang manis dan lezat.

Selain dijadikan menu wajib bagi pelaku diet, pisang menjadi salah satu buah yang paling banyak dikonsumsi setelah berolahraga.

Mengapa pisang, bukan buah-buahan lain seperti apel atau jeruk?

"Pisang kaya akan karbohidrat rendah glikemik yang menyediakan sumber energi yang sangat baik untuk menjaga tubuh selama berolahraga."

Demikian pemaparan ahli diet terdaftar Brittany Lubeck.

"Pisang tidak meningkatkan gula darah. Buah ini membantu mencegah penurunan energi."

Lubeck juga mencatat topik seputar manfaat mengonsumsi buah pisang pasca-olahraga yang jarang dibahas.

"Pisang kaya akan antioksidan dan fitonutrien lain yang diketahui memiliki manfaat kesehatan, termasuk sifat anti-inflamasi."

Baca juga: Bolehkah Pengidap Diabetes Makan Pisang?

Manfaat mengonsumsi buah dengan kulit berwarna kekuningan ini setelah berolahraga juga dijelaskan dalam studi yang diterbitkan di jurnal PLOS One.

Studi tersebut menemukan, pisang dapat membantu mengurangi peradangan.

Selain merupakan respons tubuh melawan penyakit, peradangan dapat disebabkan dari konsumsi produk susu, gandum, atau makanan olahan.

Juga, peradangan bisa menjadi salah satu respons alami tubuh setelah melakukan aktivitas fisik.

Pada kondisi inilah pisang berperan meredakan peradangan.

Kandungan vitamin, mineral dan antioksidan di dalam buah itu membantu memertahankan energi selama berolahraga, serta membantu kita memulihkan diri lebih cepat.

Baca juga: Sederet Kebaikan yang Ditawarkan Buah Pisang, Sudah Tahu?

"Antioksidan dalam pisang memainkan peran penting dalam mengurangi radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif jika tidak dikeluarkan dari tubuh," jelas Lubeck.

Kulit pisang

Koki dan ahli diet terdaftar, Jackie Newgent menjelaskan temuan menarik pada satu studi lain.

Studi itu menemukan, kandungan antioksidan kemungkinan terdapat pada bagian kulit pisang.

"Kulit pisang juga menunjukkan manfaat mengejutkan terhadap stres oksidatif," terang Newgent.

"Sebuah studi in vitro di tahun 2022 mengungkap ekstrak kulit pisang kemungkinan efektif dalam membantu memerangi stres oksidatif."

Baca juga: Makan Pisang Saat Perut Kosong, Amankah?

Lebih lanjut, Newgent yang juga seorang koki ini mengatakan kulit pisang bisa diolah menjadi resep makanan.

"Saya biasanya menggunakan kulit pisang dalam jumlah kecil, dipotong dadu secara halus dan ditumis dengan paprika dalam resep cabai atau isian burrito," tutur wanita itu.

"Saya sarankan menggunakan kulit pisang organik untuk menghindari paparan residu pestisida sintetis." 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.