Kompas.com - 27/04/2022, 20:17 WIB

KOMPAS.com - Masalah adalah hal biasa yang dihadapi pasangan suami-istri atau pasutri setelah mereka mengikat janji sehidup-semati.

Tapi, datangnya masalah tak boleh dianggap remeh karena bisa mengancam keharmonisan rumah tangga jika tidak segera diatasi.

Saling mendukung memang bisa membantu. Tapi, suami-istri juga membutuhkan konseling supaya pernikahannya tidak berakhir dengan perceraian.

Walau masalah masih bisa diatasi, jangan pernah remehkan manfaat konseling pernikahan. Berikut ini tanda-tanda pasutri membutuhkan "bantuan".

Tanda pasutri butuh konseling pernikahan

Psikolog klinis, Adam Borland, PsyD, mengatakan segera melakukan konseling pernikahan lebih baik walau keputusan ini bergantung pada dinamika pasangan.

"Untuk beberapa pasangan, konseling terjadi ketika salah satu pasangan akhirnya bersedia untuk pergi, walau itu sering terjadi saat di ambang perceraian," kata Borland.

Psikolog asal Cleveland Clinic tersebut membeberkan tanda apa saja yang menandakan pasutri membutuhkan kosnseling pernikahan. Simak yang satu ini:

1. Komunikasi yang buruk

Komunikasi seringkali menjadi biang timbulnya masalah dan ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

Sedikit saja ada miskomunikasi atau kesalahpahaman, masalah yang awalnya kecil bisa terpantik menjadi keributan besar.

2. Kurangnya keintiman fisik atau emosional

Masing-masing pasangan perlu mendapat belaian dan perhatian. Dengan begitu, satu sama lain akan merasa mendapat kasih sayang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.