Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Cara Mengatasi Anak Takut Naik Pesawat, Orangtua Wajib Tahu

Kompas.com - Diperbarui 22/12/2023, 15:58 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Wisnubrata

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Liburan akhir tahun menjadi kesempatan untuk berlibur bersama anak.

Umumnya, pesawat dijadikan mode transportasi pilihan karena durasi perjalanan lebih singkat dan lebih nyaman.

Namun hal ini bisa menjadi tantangan apabila anak rupanya takut naik pesawat atau tidak nyaman berada di dalamnya.

Baca juga: Hindari Pakai Celana Pendek Saat Naik Pesawat, Ini Alasannya 

Bisa jadi, mereka akan merengek ketakutan bahkan menangis saat hendak masuk pesawat.

Jika tidak dicegah, anak bisa menimbulkan keributan di bandara atau di dalam kabin yang tentunya dapat mengganggu penumpang lain.

Ketakutan apa pun sebenarnya bisa dihadapi dengan pendekatan yang benar, termasuk anak takut naik pesawat.

Cara menangani anak yang takut naik pesawat

Pendiri Children's and Adult Center for OCD and Anxiety, Dr. Tamar Chansky, punya cara supaya orangtua bisa membuat anaknya "bersahabat" dengan pesawat.

Berikut tips yang dibagikannya:

1. Ketahui dulu pemicunya

Setiap akibat, pasti ada sebab. Begitu pula dalam kasus anak yang ketakutan diajak mudik menggunakan pesawat.

Orangtua sebagai sosok paling dekat dengan buah hatinya pasti memahami bagaimana mencari pemicu ketakutan anak.

Mungkin saja anak takut dengan suara mesin pesawat karena masuk tidak melalui garbarata, fobia ketinggian, atau takut jatuh dari langit.

Baca juga: Cerita Bunga Citra Lestari Punya Fobia Ketinggian

2. Berikan edukasi

Sangatlah wajar apabila anak merasakan kecemasan ketika terbang di langit.

Takut yang dirasakan mungkin disebabkan oleh ketidaktahuan anak tentang pesawat.

Mumpung anak masih kecil, orangtua wajib memberikan edukasi bahwa pesawat adalah moda transportasi paling aman.

Katakan juga pada anak bahwa kita bisa melihat pemandangan, laut, dan gunung secara lebih indah dari ketinggian

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Rasa Takut Naik Pesawat

3. Jelaskan apa itu pesawat

Ilustrasi naik pesawat bersama bayiIgor Stepovik Ilustrasi naik pesawat bersama bayi

Orangtua juga dapat memberikan tambahan pengetahuan mengenai apa itu pesawat, gambaran sekilas soal cara terbang, dan keseruan ketika menaikinya.

Dengan begitu anak akan mengetahui seberapa kuat pesawat diproduksi. Misalnya, dapat menahan tabrakan dengan burung, turbulensi, maupun sambaran kilat.

Baca juga: Pasangan Ini Dapat Ganti Rugi Ribuan Dollar AS karena Dikentuti Anjing di Pesawat

4. Mengantisipasi kecemasan

Seringkali, ketakutan anak saat menunggu masuk ke pesawat lebih buruk daripada pengalaman terbang yang sebenarnya.

Orangtua harus menandai ketakutan dan kecemasan anak bahwa apa yang ia rasakan tidak berkorelasi dengan bahaya nyata.

Ajaklah anak untuk tetap rileks dan jangan biarkan imajinasinya terus berkembang menjadi lebih buruk.

5. Minta bantuan

Saat pesawat mengalami guncangan tentu anak akan semakin takut, apalagi jika usianya masih sangat belia.

Orangtua bisa meminta anak untuk memegang anaknya atau sebaliknya. Ini akan membuat anak merasa orangtua selalu bersamanya.

Yakinkan anak bahwa tidak apa-apa mengalami ketakutan atau sarankan anak untuk meminta orang lain di sebelah untuk membantunya.

Apabila anak dengan lembut dan sabar dapat mendekatkan anak dengan moda transportasi ini, niscaya mudik akan nyaman dan pengalaman positif anak tidak akan menyebabkan fobia.

Baca juga: 6 Pertimbangan Penting saat Membawa Bayi Naik Pesawat

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com