Kompas.com - 30/04/2022, 19:45 WIB

"Misalnya saja, saya tidak terlalu suka sepak bola. Kemungkinan besar, saya tidak akan menaruh hati dan jiwa saya ke dalam tato sepak bola," ungkapnya.

Baca juga: Gandeng Seniman Tato, Reebok Bikin Sneaker Classic Leather Nylon SP

"Ketika itu tidak sesuai dengan saya, saya merasa bersalah jika mengambilnya. Maka saya hanya akan mengambil sesuatu yang saya sukai saja," tambah dia.

3. Tidak yakin tentang ide tato pelanggannya

Richardson mengatakan bahwa ketika pelanggannya meminta agar nama orang lain ditato pada tubuh mereka, dia akan memastikan mereka yakin bahwa itu yang mereka inginkan sebelum melanjutkan proses menato.

"Saya memiliki nama putri saya di lengan saya. [Nama] orangtua dan anak-anak, boleh saja, tapi selain itu kita tidak pernah tahu," terangnya.

Richardson juga mengatakan bahwa dia akan memeriksa apakah pelanggannya yakin tentang tato yang dibuat, tapi dia tidak akan melakukannya dengan cara "kasar" yang akan menyinggung.

"Saya pernah memiliki pelanggan yang menginginkan tato nama pacar di pergelangan tangan dan saya tahu dia tidak yakin," katanya.

Baca juga: Nasib Seniman Tato Iran yang Tertolak karena Stigma Negatif

"Jadi akhirnya saya menempelkan stensil pada yang bisa dilepas dan melihat bagaimana dia menyukainya."

"Kalau dia memang suka, maka dia bisa kembali lagi untuk benar-benar menato nama pacarnya," ujar dia.

4. Tidak ingin meniru desain seniman lain

Menurut Richardson, pelanggan seharusnya tidak mengharapkan seniman tato memberikan mereka tato yang sama dengan yang mereka lihat pada orang lain secara online.

Dia mengatakan bahwa jika pelanggan ingin menyalin tato orang lain, dia akan mendesain ulang untuk membuatnya lebih berbeda dan unik.

Richardson juga menambahkan bahwa pelanggan harus datang dengan konsep yang lebih kreatif agar seniman dapat bekerja untuk membuat tato asli.

"Dan kemudian kita akan menjadi satu-satunya orang yang pernah memakai tato tersebut," imbuh dia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.