Kompas.com - 06/05/2022, 05:13 WIB

KOMPAS.com - Intermittent fasting atau diet intermiten atau diet puasa masih menjadi salah satu metode diet yang populer untuk menurunkan berat badan dengan membantu seseorang mengonsumsi kalori lebih sedikit.

Pelaku diet ini boleh memakan apa pun dalam jangka waktu tertentu.

Tiga jenis periode yang bisa dipilih yaitu puasa seharian, puasa alternatif, dan puasa terbatas waktu seperti makan selama delapan jam kemudian dilanjutkan dengan puasa 16 jam.

Sayangnya, satu temuan terbaru dari para ahli menunjukkan diet ini tidak terlalu efektif dalam menurunkan berat badan.

Pada studi yang dimuat dalam New England Journal of Medicine, para peneliti secara acak meminta 139 pasien obesitas untuk menerapkan diet intermiten atau membatasi asupan kalori.

Baca juga: Diet Puasa, Pilihan untuk Turunkan Berat Badan dengan Cepat

Kelompok yang mengikuti diet intermiten hanya diperbolehkan makan antara pukul 8.00-16.00.

Sementara itu, kelompok berikutnya menjalani pembatasan kalori harian dalam jangka waktu tertentu.

Selama 12 bulan, kedua kelompok harus mengikuti diet pembatasan kalori, yakni 1.500-1.800 kalori per hari (untuk pria) dan 1.200-1.500 kalori per hari untuk wanita.

Rata-rata penurunan berat badan pada kelompok diet intermiten sebesar 8,0 kilogram.

Kelompok diet pembatasan kalori harian mengalami penurunan berat badan rata-rata 6,3 kilogram.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Eat This
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.