Kompas.com - 08/05/2022, 22:00 WIB

KOMPAS.com - Pada Agustus 2018, seorang wanita di Texas bernama Laura Young membeli sebuah patung marmer seberat 23,5 kilogram.

Tak disangka, ternyata patung senilai 34,99 dollar AS atau sekitar Rp 500.000 itu bukan barang antik biasa.

"Saya hanya mencari sesuatu yang terlihat menarik dan ketika melihatnya, saya tahu saya harus memilikinya," kata Young.

"Patung itu memiliki harga yang sangat murah, jadi tidak ada alasan untuk tidak membelinya," sambung dia.

Baca juga: Miliuner Michael Steinhardt Dilarang Koleksi Barang Antik Seumur Hidup

Berusia hampir 2.000 tahun

Laura Young bersama patung bersejarah yang dibelinya pada Agustus 2018. VIA CNN Laura Young bersama patung bersejarah yang dibelinya pada Agustus 2018.
Setelah membeli patung tersebut, Young pun mulai mencari tahu asal-usul patung bersejarah itu.

Sedikit yang dia tahu bahwa ternyata patung tersebut memiliki hubungan dengan zaman Romawi kuno dan berakhir di Museum Seni San Antonio (SAMA).

Dia pun menghubungi rumah lelang dan ahli sejarah untuk mendapatkan informasi apa pun mengenai patung itu.

Akhirnya, rumah lelang Sotheby's mengonfirmasi bahwa patung itu sebenarnya berasal dari zaman Romawi kuno dan mereka memperkirakan usianya sekitar 2.000 tahun.

Seorang ahli sejarah juga berhasil melacak patung itu di database digital dan menemukan foto-fotonya dari tahun 1930-an di Aschaffenburg di Bavaria, Jerman.

Baca juga: Pria Ini Temukan Barang-barang Antik di Loteng Rumah Barunya

Lynley McAlpine, seorang rekan kuratorial pascadoktoral di SAMA, mengatakan kepada CNN bahwa itu diyakini sebagai patung Sextus Pompey, seorang pemimpin militer Romawi.

Patung itu kemudian disimpan di replika rumah Pompeii—yang juga dikenal sebagai Pompejanum, yang ditugaskan oleh Raja Ludwig I dari Bavaria—hingga Perang Dunia II.

Sempat dicuri

Patung itu bersama dengan artefak lain di rumah telah dipindahkan ke gudang sebelum Pompejanum dibom dan dihancurkan selama perang.

Pada titik tertentu, patung itu dicuri dari penyimpanan.

"Sepertinya antara saat disimpan hingga sekitar tahun 1950, seseorang menemukannya dan mengambilnya," kata McAlpine.

Baca juga: Mempelajari Jejak Sejarah Lewat Barang Antik...

"Karena itu berakhir di AS, sepertinya beberapa orang Amerika yang ditempatkan di sana mendapatkannya," ujar dia.

Patung itu saat ini dipinjamkan secara kontrak ke SAMA selama satu tahun, tetapi McAlpine menjelaskan, secara teknis masih dimiliki oleh Jerman karena dijarah dari penyimpanan.

Young pun merasa bangga pernah menemukan barang antik yang kini telah dipajang untuk dipelajari sejarahnya oleh orang lain.

Akan tetapi, setelah Mei 2023, patung itu rencananya akan dikirim kembali ke Jerman di mana patung itu akan kembali dipajang di Pompejanum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNN


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.