Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rumah Ditinggalkan Mudik Lebaran Cukup Lama? Awas Disambangi Ular

Kompas.com - 09/05/2022, 12:12 WIB
Sekar Langit Nariswari

Penulis

KOMPAS.com - Setelah mudik dan libur Lebaran, kita bukan hanya perlu mempersiapkan diri kembali bekerja, tetapi kembali mengurus rumah.

Rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama tentunya terbengkalai, berdebu, dan harus dirapikan kembali.

Risiko lainnya, rumah yang tidak berpenghuni ini bisa saja disambangi berbagai hewan, seperti tikus, kecoak, ataupun ular.

Baca juga: Melihat Perbedaan antara Ular Piton dan King Cobra

Dibandingkan hewan lainnya, ular memang cenderung membuat kita ketakutan karena khawatir akan membahayakan keluarga.

Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia Aji Rachmat mengatakan, berdasarkan sejumlah laporan, ada beberapa jenis ular yang sudah didapati di rumah warga yang pulang dari mudik.

Beberapa jenis itu ada yang tidak berbisa dan berbisa serta berbahaya karena belitannya.

Sejumlah ular yang berisiko masuk ke rumah yang ditinggalkan mudik itu yakni:

  1. Ular cicak yang tergolong tidak berbisa
  2. Ulang phyton reticulatus yang tidak berbisa tapi belitannya bisa berbahaya
  3. Ular air (water tiger) yang termasuk tidak berbisa
  4. Ular bajing, boiga cynodon yang biasanya makan burung namun memiliki bisa kategori menengah
  5. Ular pucuk yang tergolong tidak berbisa
  6. Ular tali picis yang tidak berbisa
  7. Ular kobra yang harus diwaspadai karena berbisa
  8. Ular weling yang berisiko bagi keluarga karena termasuk jenis berbisa

"Ini data yang sudah ada, karena masuk laporannya," katanya kepada Kompas.com, Senin (9/5/2022).

Baca juga: 11 Fakta Mengejutkan tentang Ular Cobra

Maka, ada baiknya kita melakukan sejumlah langkah setelah kembali ke rumah setelah mudik Lebaran agar tidak perlu berinteraksi dengan hewan melata ini.

Aji membagikan tips yang bisa dilakukan untuk mencegah hadirnya ular di rumah yang kita tinggali.

Pertama, bersihkan kebun atau halaman rumah yang terbuka dan rentang didatangi ular.

Kita bisa melakukan kegiatan bersih-bersih bersama keluarga atau memanggil tukang kebun khusus.

Kedua, Aji menyarankan untuk mengatur dan menata ulang pot bunga yang tersebar di area rumah kita.

"Ular suka sembunyi di bawah pot," jelasnya.

Petugas animal rescue Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan Kaltara tengah mengevakuasi ular Sanca Batik sepanjang 4 meter dengan diameter 25 cm dan berat 25 kg di rumah warga. Ular berada di dalam dinding plywood dan berhasil dievakuasi setelah petugas menjebol dindingDok.Irwan Petugas animal rescue Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan Kaltara tengah mengevakuasi ular Sanca Batik sepanjang 4 meter dengan diameter 25 cm dan berat 25 kg di rumah warga. Ular berada di dalam dinding plywood dan berhasil dievakuasi setelah petugas menjebol dinding
Selain itu, kita dianjurkan untuk menyemprotkan pewangi ruangan di sudut-sudut rumah yang tak terjangkau.

Cara ini akan membuat ular pergi dengan sendirinya karena merasa terusik dengan wewangian yang kita sebar.

Terakhir, pasang jebakan tikus di sekitar rumah agar tidak mengundang kedatangan ular yang tidak diinginkan.

Baca juga: 6 Hewan yang Kebal terhadap Racun Ular Derik

"Basmi tikus dan potong rantai makanan agar ular tidak datang," tambah Aji.

Tikus, katak, dan berbagai hewan lain yang berkumpul di rumah merupakan mangsa alami ular sehingga mereka akan cenderung datang untuk mencari makan.

Aji juga berpesan, tidak semua ular yang masuk ke lingkungan rumah itu berbahaya.

"Mereka mengikuti bau mangsanya. Jika ketemu ular, jangan dibunuh," tandasnya.

Untuk menanganinya, kita disuruh menghubungi pemadam kebakaran terdekat, BPBD, atau organisasi lain yang biasa menghadapi ular ini dengan lebih berpengalaman.

Baca juga: 8 Predator Alami Ular Cobra

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com