Kompas.com - 10/05/2022, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Kecenderungan bunuh diri di kalangan pria terbukti lebih tinggi, karena berbagai faktor risikonya.

Faktor utama yang menjadi pemicunya adalah fakta jika seseorang terlahir sebagai pria.

Hal ini merupakan pengaruh stigma sosial yang berkembang jika kaum Adam harus tangguh, kuat dan tidak butuh pertolongan.

Akibatnya, pria seringkali kesulitan mendapatkan pendampingan ketika merasakan stres, tekanan emosional, beban hidup maupun depresi.

Baca juga: Memahami Risiko Bunuh Diri di Kalangan Pria, Masih Jarang Disorot

Gejala kecenderungan bunuh diri pada pria

Office for National Statistics (ONS) di Inggris menyatakan pria menyumbang tiga perempat dari semua kematian akibat bunuh diri pada tahun 2020 lalu.

Setidaknya 3.925 kematian akibat bunuh diri dilakukan oleh pria selama tahun tersebut, yang berkisar 75,1 persen dari keseluruhan kasus.

Data ini tentu menjadi hal yang menyedihkan karena kasus bunuh diri bisa dicegah apabila dikenali gejalanya lebih cepat.

Baca juga: Waspadai Tanda-tanda Keinginan Bunuh Diri pada Remaja

Namun seringkali, pria bahkan tidak menyadari jika dirinya memiliki kecenderungan bunuh diri karena minimnya kesadaran untuk mengekspresikan emosinya.

Memang tidak selalu mudah untuk mengenali tanda-tanda kecenderungan untuk bunuh diri. 

Kebanyakan kita seakan tidak melihat gejalanya sama sekali sampai akhirnya sudah terlambat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.