Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 30/09/2022, 11:07 WIB
Gading Perkasa,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Permen karet disukai banyak orang, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Permen karet pada dasarnya memang dibuat hanya untuk dikunyah, bukan ditelan. Lantas bagaimana jika kita tidak sengaja menelan permen karet?

Ahli diet terdaftar Beth Czerwony menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ketika permen karet tertelan masuk ke dalam perut.

Tidak berbahaya, namun tidak dapat dicerna

Menelan permen karet sesekali tidak berbahaya, namun jangan dibiasakan.

Baca juga: Mengapa Banyak Atlet Mengunyah Permen Karet Saat Bertanding?

Kebanyakan permen karet yang beredar di pasaran terbuat dari gum base yang merupakan bahan sintetis, bukan bahan makanan asli.

Gum base ini tidak memberikan nilai gizi apa pun, dan tidak dapat dicerna. Itu artinya, tubuh kita tidak dapat memecah permen karet layaknya makanan lain.

"Gum base tidak dapat dicerna, jadi hanya berada di usus kita dan tidak hancur," jelas Czerwony.

Apakah permen karet bisa tertinggal di perut dalam waktu lama?

Rumor menyebutkan, satu permen karet dapat bertahan di dalam perut selama tujuh tahun. Namun rumor itu dibantah oleh Czerwony.

"Kita harus mengalami beberapa kondisi medis lain untuk makanan apa pun yang kita telan agar tetap berada di tubuh selama tujuh tahun," ucapnya.

"Jika kita menelan permen karet, permen itu akan keluar sekitar 40 jam kemudian melalui tinja."

"Karena tidak bisa dicerna, permen karet akan keluar secara utuh," sambung dia.

Meski terdengar menyeramkan, faktanya ada beberapa makanan lain yang juga tidak dapat dicerna tubuh.

Baca juga: Cara Menghilangkan Permen Karet yang Menempel di Sepatu

Biji-bijian, biji jagung, dan kulit paprika adalah beberapa contoh makanan yang melewati sistem pencernaan dalam kondisi utuh alias tidak hancur.

Berbahaya bagi sistem pencernaan

Czerwony mengingatkan, jika kita menelan banyak permen karet dalam waktu singkat, hal itu dapat membahayakan sistem pencernaan.

"Jika kita menelan permen karet ini setiap hari, atau beberapa kali sehari, itu dapat menyebabkan penyumbatan usus," sebut dia.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com