Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 30/09/2022, 11:07 WIB
Gading Perkasa,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

"Apa pun yang kita makan setelah itu tidak akan bisa lewat, yang menyebabkan rasa sakit dan tekanan."

Kondisi ini diibaratkan seperti sesuatu yang tersangkut di dalam pipa.

Jika ada partikel lain yang masuk, partikel itu tidak dapat melewati benda yang menghalangi tadi, sehingga tekanan di dalam pipa meningkat.

Apabila tidak diatasi, pipa bisa retak atau bahkan pecah. "Penyumbatan tidak akan hilang dengan sendirinya," sebut Czerwony.

"Jika tidak diobati, akan terjadi pecahnya saluran pencernaan."

Segera temui dokter jika kita menelan banyak permen karet dan mengalami tanda-tanda penyumbatan usus, seperti:

Baca juga: Cara Terbaik Menyingkirkan Permen Karet yang Menempel di Karpet

  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Perasaan kenyang atau bengkak yang ekstrem
  • Kram parah
  • Muntah

Bagaimana jika anak menelan permen karet?

Normalnya, anak-anak akan mengeluarkan permen karet yang tertelan dalam beberapa jam seperti halnya orang dewasa.

Kendati demikian, jika anak menelan lebih dari satu permen karet, waspadai adanya tanda-tanda gangguan pencernaan.

American Academy of Pediatrics menyatakan, permen karet boleh diberikan sesekali pada anak berusia lima tahun ke atas.

Sebelum memberikan permen karet pada anak, pastikan anak memahami jika permen tersebut bukanlah makanan yang bisa ditelan.

Baca juga: Menelan Permen Karet Bahaya untuk Tubuh, Benarkah?

Memuntahkan permen karet

Cara terbaik untuk menghindari risiko penyumbatan usus akibat permen karet adalah jangan menelan permen itu.

Apabila memungkinkan, muntahkan permen karet ke dalam sebuah wadah atau tempat sampah. "Ini bukan makanan," tegas Czerwony.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com