Kompas.com - 12/05/2022, 10:00 WIB

KOMPAS.comCuaca panas terik yang melanda sejumlah kawasan di Indonesia bisa berdampak pada masalah kesehatan.

Berada di bawah paparan sinar matahari selama 30 menit hingga beberapa jam, cuaca panas tersebut dapat menyebabkan kita merasa kehausan, mual, kesulitan berkonsentrasi hingga dehidrasi.

Dehidrasi merupakan masalah kesehatan yang serius.

Dalam riset yang diterbitkan Amerikan Journal of Public Health, kondisi tersebut disebabkan karena tubuh yang kehilangan banyak cairan akibat berbagai faktor, tak terkecuali cuaca panas.

"Orang-orang tidak menyadari jumlah cairan yang bisa hilang karena panas atau saat berolahraga."

Begitu kata Michael F Bergeron, CEO Youth Sports of The Americas, seperti dikutip Nbc Washington.

Dalam hal ini, penting untuk diperhatikan soal kebutuhan hidrasi tubuh agar dehidrasi tidak berlanjut ke tingkat yang lebih parah.

Baca juga: Cuaca Panas Terik, Bolehkah Berendam di Air? Ini Penjelasan Ahli

Gejala dehidrasi

Sebagaimana dilansir Mayoclinic, rasa haus tidak selalu menjadi indikator awal terkait tubuh yang mengalami kekurangan cairan.

Banyak orang, terutama orang dewasa yang lebih tua justru tidak merasakan haus akan tetapi terdiagnosis mengalami dehidrasi.

Lantas apa saja gejala dehidrasi? Kita dapat mengelompokannya menjadi beberapa golongan tergantung usia.

Kelompok pertama adalah pada bayi atau anak-anak. Mungkin mereka merasa kehausan tapi tidak dapat mengutarakan rasa haus itu.

Gejala dehidrasi pada anak bisa ditandai dengan mulut atau lidah mengering, tidak ada air mata saat menangis, tidak buang air kecil selama tiga jalm terakhir dan mata terlihat cekung, tubuh terlihat lemas dan rewel.

Kemudian kelompok dewasa gejala dehidrasi dapat diketahui dengan mudah.

Misalnya rasa haus yang ekstrem, buang air kecil dalam frekuensi sedikit, kelelahan, lidah berwarna gelap, pusing dan kebingungan.

Beberapa gejala dehidrasi yang perlu ditangani lebih lanjut adalah ketika kondisi tersebut disertai dengan diare, hingga memiliki tinja berdarah atau berwarna hitam.

Baca juga: 8 Makanan untuk Mencegah Dehidrasi Selama Puasa

Cara mencegah dehidrasi

Mengonsumsi banyak cairan dan makanan yang mengandung tinggi air seperti buah-buahan dan sayuran dapat mencegah dehidrasi.

Khususnya ketika cuaca panas terik, kita dapat menyiapkan bekal air minum tambahan agar lebih mudah dikonsumsi ketika beraktivitas di siang hari.

Dalam hal ini, kita perlu menggantikan cairan atau keringat yang menguap akibat cuaca panas dengan mengonsumsi cairan yang cepat diserap oleh tubuh.

Misalnya air kelapa, air putih dingin atau minuman elektrolit. Hindari pula minuman berkafein seperti teh, kopi atau minuman bersoda, karena sifatnya yang diuretik.

Artinya, minuman tersebut dapat membuat frekuensi buang air kecil untuk membuang cairan tubuh lebih banyak.

Menggunakan pelembap pada kulit wajah atau losion juga berfungsi agar kelembapan kulit tetap terjaga.

Baca juga: Cegah Kulit Dehidrasi Saat Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.