Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Demi Pencernaan Sehat, BAB Harus Dilakukan Berapa Kali Seminggu?

Kompas.com - 16/05/2022, 17:55 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Wisnubrata

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sehat atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari seberapa lancar ia buang air besar (BAB).

Pasalnya BAB merupakan indikator proses pencernaan dan metabolisme di dalam tubuh yang berjalan baik.

Meski setiap orang tidak dapat disamakan, setidaknya ada patokan normal tentang intensitas BAB setiap minggunya.

Demikian dikatakan dokter bedah kolorektal asal Cleveland Clinic, Michael Valente, DO.

Faktor yang memengaruhi kelancaran BAB

Sebelum mengetahui intensitas BAB yang normal, harus dipahami dulu faktor-faktor yang memengaruhi proses pencernaan.

Karena kelancaran BAB ditentukan oleh pola makan, usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan tertentu, seperti sindrom iritasi usus (IBS) atau penyakit radang usus.

Selain itu, kelancaran BAB turut dipengaruhi faktor jenis kelamin. Karena proses mencerna makanan antara wanita dengan pria tidak sama.

Perlu diketahui bahwa makanan yang sudah kita lahap memerlukan waktu selama 2-5 hari agar sepenuhnya dicerna dan keluar dari tubuh.

Makanan yang telah dikunyah akan melewati perut dan usus kecil. Proses ini biasanya memakan waktu 6-8 jam sebelum masuk ke usus besar.

Nah, di tahap itu, makanan akan dicerna di dalam usus besar dan proses ini membutuhkan waktu sekitar 36 jam.

Setelah air dan mineral diserap oleh usus besar, tahap selanjutnya adalah BAB dengan mengeluarkan tinja atau hasil sisa dari sistem pencernaan melalui rektum dan anus.

“Jika memiliki pola makan yang tepat dengan serat yang baik dan asupan air yang cukup, BAB akan menjadi kejadian yang sangat singkat,” kata Valente.

Baca juga: 5 Hal Penting Ini Membantu BAB Lebih Rutin

Intensitas BAB

Seperti yang sudah disebutkan ada beberapa faktor yang memengaruhi kelancaran kita saat BAB.

Namun, untuk intensitas BAB yang normal adalah tiga kali dalam seminggu.

Apabila kita punya pencernaan yang baik, tinja lunak, dan mudah dikeluarkan, BAB beberapa kali sehari juga bukan masalah.

Supaya BAB terus lancar ada baiknya pola makan yang tinggi serat, seperti biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan diutamakan.

Alasannya, ketiga jenis makanan tersebut membantu kita BAB secara teratur.

Hal itu tidak boleh disepelekan sebab pola makan yang rendah serat akan mempersulit BAB. Normalnya, orang dewasa membutuhkan 25-35 gram serat per hari.

“Alasan paling umum untuk kesulitan buang air besar adalah kurangnya serat dan cairan dalam makanan seseorang,” ujar Valente.

Kunci lainnya supaya BAB tidak menjadi mimpi buruk adalah menjaga hidrasi tubuh supaya pergerakan usus menjadi sehat.

Hidrasi diperlukan karena air membantu menjaga makanan tetap bergerak melalui sistem pencernaan dan membuatnya tetap lembut.

Bila tubuh tidak terhidrasi tentu konsekuensinya kita bisa mengalami sembelit. Oleh sebab itu, minum dua liter air per hari sangat dianjurkan.

Jika cara-cara yang sudah disebutkan masih belum memberi hasil, cobalah untuk berjalan kaki dan bergerak secara aktif.

Cara tersebut sebaiknya dilakukan orang-orang yang usianya sudah lanjut supaya tidak ada masalah dengan perutnya.

Faktor yang satu ini terdengar masuk akal karena seiring bertambahnya usia, seseorang cenderung kurang bergerak dan mendorongnya untuk meminum obat-obatan tertentu.

Khusus untuk kesulitan BAB yang disebabkan IBS, orang-orang yang mengalaminya disarankan untuk memeriksa pola buang airnya.

Alasannya adalah pola BAB dapat berubah dari sering buang air besar menjadi susah atau terasa sembelit.

“Untungnya kesulitan BAB mudah diatasi dengan memulai dan mempertahankan kebiasaan makan dan minum yang baik, serta gaya hidup aktif,” jelas Valente.

Baca juga: Ternyata, BAB Bantu Turunkan Berat Badan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com