Kompas.com - 19/05/2022, 09:00 WIB

KOMPAS.com - Pernah merasa lupa sesaat ketika melakukan sesuatu?

Hati-hati, bisa jadi kita mengalami kabut otak atau yang sering disebut brain fog.

Kabut otak adalah kondisi di mana seseorang kesulitan berkonsentrasi terhadap suatu hal.

Kondisi ini bukan sebuah penyakit, tetapi gejala dari kondisi tertentu yang dapat memengaruhi kemampuan berpikir atau mengingat.

Banyak faktor yang menjadi penyebab kabut otak, di antaranya kurang tidur, perubahan hormon, hingga situasi pandemi yang memicu stres dan kecemasan.

Situasi pandemi khususnya berdampak pada orangtua yang masih harus mengasuh anak sembari bekerja dari rumah.

Baca juga: Kabut Otak, Salah Satu Gejala Disfungsi Kognitif Akibat Covid-19

Tantangan ini membuat orangtua menjadi salah satu kelompok yang memiliki tingkat stres tinggi dan pada akhirnya mengalami kabut otak.

Menurut para ahli, orangtua dapat mengatasi masalah ini dengan cara berikut, yaitu:

1. Mengurangi kebiasaan multitasking

"Orangtua sering melakukan banyak tugas dan menyeimbangkan banyak tuntutan. Hal-hal seperti itulah yang membuat kabut otak terasa sangat sulit."

Begitu penjelasan Nada Goodrum, PhD, psikolog di University of South Carolina.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Fatherly
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.