Kompas.com - 20/05/2022, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Kehidupan tidak berjalan mudah bagi Jaelyn Kinchelow, wanita asal Avon, Indiana, Amerika Serikat.

Pada usia yang masih belia, ia sudah menderita serangan jantung. Kondisi ini dialami Kinchelow ketika berusia 14 tahun.

Hampir satu dekade lalu, saat dia sedang berolahraga lari di sekolahnya, serangan jantung terjadi. Saat itu, dia merasakan sesak di bagian dada.

"Semua yang bisa saya ingat adalah diri saya melambat karena saya tidak dapat terus berlari," ujar Kinchelow kepada Good Morning America.

Baca juga: MU Kalah Lagi, Waspadai Risiko Terkena Serangan Jantung

"Tidak lama kemudian, kaki saya lemas dan saya pingsan."

Kinchelow diangkut dengan ambulans ke rumah sakit setempat. Setibanya di rumah sakit, dokter mendiagnosis gadis itu menderita serangan jantung.

Ia pun langsung menjalani operasi jantung terbuka.

Ahli bedah memperbaiki dinding arteri koroner yang koyak menggunakan pembuluh vena dari kaki Kinchelow, tetapi masih ada kerusakan permanen pada jantungnya.

"Setelah operasi, jantung saya hanya berfungsi sekitar lima persen. Mereka menempatkan saya di mesin ECMO," kata Kinchelow mengisahkan.

Mesin ECMO atau mesin extracorporeal membrane oxygenation berfungsi untuk membersihkan karbon dioksida dari darah dan mengirimkan kembali darah dengan oksigen ke tubuh.

"Mereka tidak mengira saya akan bertahan, sehingga mereka melakukan segala upaya untuk membuat saya tetap hidup."

Baca juga: Perlu Tahu, Hubungan Depresi, Serangan Jantung, dan Olahraga

Setelah menghabiskan hampir satu bulan di rumah sakit, termasuk delapan hari dalam keadaan koma, Kinchelow diperbolehkan pulang.

Dia kembali bersekolah, ikut serta dalam pertunjukan paduan suara dan sepatu roda, dan hingga kini memeroleh gelar sarjana.

Mimpinya saat itu adalah menjadi seorang perawat, seperti para perawat di rumah sakit yang pernah membantu menyelamatkan hidupnya.

Namun, di awal semester akhir sekolah keperawatan, Kinchelow mengaku kembali sesak napas.

"Saya tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Saya terlalu lelah untuk menaiki tangga," ujar dia.

"Saya pergi ke rumah sakit dan menghabiskan tiga minggu di rumah sakit pada bulan Januari, dan mereka memutuskan saya harus masuk daftar transplantasi."

Kinchelow dirawat di Riley Hospital for Children di Indianapolis pada pertengahan Januari lalu.

Baca juga: Rutin Makan Alpukat Kurangi Risiko Serangan Jantung

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.