Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 24/05/2022, 19:38 WIB
|
Editor Wisnubrata

Peningkatan kurang tidur di tempat beriklim lebih hangat ini menunjukkan, tidak mudah bagi seseorang untuk beradaptasi dengan suhu yang lebih hangat, jelas Minor.

Karena suhu terus meningkat akibat pemanasan global, Minor memprediksi kurang tidur akan meningkat lebih cepat di daerah beriklim hangat dibandingkan daerah lain.

Jika melihat durasi tidur individu pada bulan pertama musim panas (waktu adaptasi) dan bulan terakhir musim panas (waktu di mana individu sudah terbiasa), mereka kehilangan jumlah tidur yang hampir sama, catat Minor.

Hal ini menunjukkan, seseorang tidak dapat beradaptasi dengan suhu yang lebih tinggi.

Tidak hanya itu. Temuan studi yang dikerjakan Minor beserta tim menemukan, individu tidak mengganti waktu tidur yang hilang dalam dua minggu setelah kenaikan suhu.

Baca juga: Dingin atau Hangat? Ini Suhu Kamar yang Ideal agar Tidur Nyenyak

Penggunaan pendingin udara di malam hari tingkatkan pemanasan global

Manusia menghabiskan sekitar sepertiga dari hidup untuk tidur. Namun saat ini, semakin banyak orang yang kurang tidur, kata Minor.

Agostini pun setuju dengan hal tersebut.

"Banyak dari kita sudah kurang tidur, dan kontribusi masalah tidur yang relevan dengan pemanasan global dapat memiliki dampak nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan kita," kata Agostini.

Ketika kita tidur, Agostini melanjutkan, suhu inti tubuh akan menurun. Jika suhu di sekitar kita lebih hangat, hal itu menyebabkan suhu inti tubuh lebih sulit menurun dan memengaruhi kemampuan tubuh untuk tertidur.

Penggunaan pendingin udara (air conditioner) memungkinkan kita beradaptasi dengan suhu yang lebih hangat. Namun Agostini mencatat, pendingin udara bukanlah solusi jangka panjang.

Di saat kita menggunakan pendingin udara, maka pendingin udara itu akan melepaskan emisi gas rumah kaca yang pada akhirnya meningkatkan pemanasan global.

"Solusi yang lebih besar dan lebih baik untuk masalah ini adalah membuat perencanaan bangunan yang ramah lingkungan dan menerapkan perubahan lain untuk memperbaiki masalah pemanasan global," sambung dia.

Baca juga: Dampak Kurang Tidur pada Kulit dan Rambut

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber CNN
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke