Kompas.com - 25/05/2022, 16:23 WIB

KOMPAS.comStunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang mengintai keluarga Indonesia.

Menurut Pendataan Keluarga 2021 (PK 21) yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), jumlah risiko stunting di Indonesia mencapai 21,9 juta keluarga.

Untuk diketahui, stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi. Adapun ciri-ciri stunting yang paling terlihat adalah tubuh anak lebih pendek dari standar perhitungan yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Meski demikian, tubuh pendek bukan satu-satunya ciri stunting.

Selain berdampak terhadap tumbuh kembang anak, termasuk fungsi motorik dan verbal, stunting juga meningkatkan risiko penyakit degeneratif dan kejadian kesakitan.

Stunting dapat juga mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel neuron terhambat sehingga anak berisiko mengalami 7 persen penurunan perkembangan kognitif.

Stunting harus diwaspadai dengan cara memastikan gizi anak terpenuhi pada 1.000 hari pertama kehidupannya.

(Baca juga: Anak Gemuk Berisiko Mengalami Stunting, Kok Bisa?)

Tak hanya stunting, keluarga Indonesia juga perlu mewaspadai anemia yang kerap dialami remaja putri.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, proporsi kejadian anemia pada remaja putri mencapai 27,2 persen. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan kejadian pada remaja laki-laki yang hanya sekitar 20,3 persen.

Sebagai informasi, anemia merupakan salah satu gangguan yang melanda ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Adapun sel darah merah berguna untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Anemia terjadi bila jumlah sel darah merah terlalu sedikit atau level hemoglobin di dalam sel darah merah terlalu rendah.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.