Kompas.com - 27/05/2022, 06:54 WIB
|
Editor Wisnubrata

Namun prosedur itu tidak diikuti oleh Carpenter. Ia menyadari, pesawat pencari memerlukan waktu lama untuk menemukan dirinya, ditambah tidak adanya sistem ventilasi yang efektif di dalam pesawat kapsul Aurora 7.

Akhirnya, ia memutuskan untuk meninggalkan pesawat kapsul dan pindah ke rakit penyelamat kecil yang tersedia dalam pesawat kapsul tersebut.

Terombang-ambing di laut lepas selama tiga jam di rakit kecil itu, otomatis arloji yang dikenakannya basah terkena air laut.

Breitling Navitimer Cosmonaute merupakan jam tangan pilot dan tidak dirancang untuk menyelam. Usai terpapar air laut dalam waktu lama, Navitimer Cosmonaute itu berhenti berfungsi.

Laporan menunjukkan, Carpenter diangkut dari rakit itu pada pukul 20.40 UTC (universal time coordinated). Jarum jam Navitimer Cosmonaute berhenti bergerak sekitar 66 menit kemudian, tepatnya pada pukul 21.46 UTC.

Usai operasi penyelamatan tersebut, Carpenter mengirimkan kembali jam tangan itu ke Willy Breitling.

Ketika Willy menerima Navitimer Cosmonaute milik Carpenter yang rusak, dia dihadapkan dengan dilema.

Sejatinya bukan perkara sulit bagi Willy untuk membongkar jam tangan itu, mengganti beberapa bagian (dial, jarum, dan mesin) yang rusak oleh air, serta memasang kembali jam tangan.

Apalagi, saat itu Breitling memiliki semua suku cadang yang diperlukan.

Namun dia menyadari, sebuah jam tangan suci yang bersejarah tidak boleh diperbaiki atau dipulihkan kembali.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.