Kompas.com - 27/05/2022, 10:57 WIB
|
Editor Wisnubrata

Meski sangat berguna di siang hari, cahaya ini dapat berdampak negatif di malam hari saat kita membutuhkan tidur dan istirahat.

Pasalnya, terpapar blue light dapat mempengaruhi jam tubuh internal dan ritme sirkadian kita.

Ritme sirkadian ini bekerja selaras dengan terang dan gelap. Itulah mengapa kita merasa lebih lelah di malam hari dan merasa lebih berenergi di pagi hari saat matahari terbit.

Selain itu, penelitian juga menemukan adanya hubungan antara kadar melatonin yang ditekan dan paparan blue light.

Untuk diketahui, melatonin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk mengontrol siklus tidur-bangun seseorang.

Ketika tubuh kehabisan melatonin, kita bisa mengalami insomnia, kelelahan di siang hari dan mudah marah.

Kendati demikian, tidak semua orang mengalami hal ini.

Menurut Dr. Drerup, meski penelitian menunjukkan bahwa cahaya gadget dapat berpengaruh pada kesulitan tidur dan produksi melatonin, itu tidak terjadi pada mereka yang menatap ponsel untuk melakukan beberapa hal.

Misalnya, memasttikan tidak ada lagi pesan yang harus dibalas selama satu jam sebelum tidur atau melihat jadwal untuk keesokan harinya lalu melakukan hal lain untuk bersantai.

“Konten yang Anda lihat mungkin lebih berpengaruh (pada sulit tidur) dibandingkan dengan blue light dari layar,” kata Dr. Drerup.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.