Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/05/2022, 10:31 WIB

KOMPAS.com - Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci dilempari kue oleh salah satu pengujung Museum Louvre, Paris, Perancis, kemarin.

Pelakunya merupakan seorang pria muda berkursi roda yang mengenakan wig dan topi.

Menurut keterangan saksi, pria tersebut tiba-tiba berdiri dan mendekati lukisan karya Leonardo da Vinci itu dan langsung melemparkan kue berhiaskan krim tersebut.

Baca juga: Lepas Gelar Bangsawan, Mantan Putri Jepang ini Jadi Relawan di Museum

Tidak jelas apa motifnya melakukan aksi tersebut namun tindakannya langsung menghebohkan pengunjung lain yang sedang memadati museum tersebut.

Tak lama berselang, petugas keamanaan langsung menangkap pria tersebut dan mengawalnya keluar dari lokasi.

Dokumentasi insiden ini juga langsung menyebar di media sosial dan menghebohkan netizen.

Untungnya, tidak ada kerusakan yang terjadi pada mahakarya seni yang dibuat selama tahun 1503-1519 itu.

Lukisan Mona Lisa memang dipajang dengan pelindung kaca pengaman khusus sehingga krim kue tersebut hanya menempel di permukaannya saja.

Insiden ini sebenarnya mengherankan karena Museum Louvre terkenal memiliki keamaan yang ketat karena berbagai karya seni mahal kelas dunia yang ada di dalamnya.

Agak mengejutkan ketika seorang pengujung yang menyamar dengan wig bisa masuk sembari membawa kue berhias krim.

Baca juga: Lukisan Mona Lisa Palsu Dilelang, Nilainya Mencapai Miliaran Rupiah

Bukan pertama kalinya terjadi

Insiden ini bukan pertama kalinya lukisan Mona Lisa dilempari sesuatu oleh pengunjung.

Seorang pria pernah melemparkan asam sulfat ke lukisan tersebut pada 1950an, yang berdampak pada karya seni tersebut. 

Ketika dibawa pameran ke Tokyo tahun 1974, seorang wanita berkursi roda menyemprotkan cat merah ke arah lukisan tersebut, sebagai kritik atas kurangnya akses disabilitas.

Tahun 2009 lalu, seorang turis Rusia melemparkan secangkir teh ke arah Mona Lisa.

Lukisan berukuran 77 x 53 sentimeter itu juga pernah dicuri lebih dari seabad yang lalu, pada 1911, dan hilang selama hampir tiga tahun.

Baca juga: Bukan Lukisan, Ini Produk Baru yang Akan Dijual Museum Van Gogh

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Marca
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.