Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Cara Menurunkan Kebiasaan Merokok

Kompas.com - 30/05/2022, 11:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Kendati demikian, produksi berlebih dari hormon dopamin cukup berbahaya karena menyebabkan individu kesulitan mengontrol perilakunya dan cenderung agresif.

Disamping itu, hormon serotonin yang diproduksi terlalu banyak juga dapat menyebabkan jantung berdebar lebih cepat hingga tekanan darah tinggi.

Artinya, di balik perasaan lebih tenang, ada bahaya yang tetap mengancam. Oleh karena tujuan merokok adalah untuk meredakan stres, maka hal itu tentunya menunjukkan bahwa perilaku merokok seseorang akan berkaitan dengan besarnya stres yang dirasakan.

Artinya, semakin sering individu merasa stres, maka individu semakin menunjukan perilaku merokok yang meningkat.

Sebaliknya, apabila individu dapat bertahan dalam situasi tidak menyenangkan dan memunculkan tindakan penyesuaian terhadap situasi menekan, maka perilaku merokok akan berkurang.

Kemampuan individu untuk dapat bertahan dalam situasi penuh stres yang tidak menyenangkan disebut dengan kemampuan toleransi distress.

Kemampuan inilah yang patut dikembangkan sebagai langkah selanjutnya dalam menurunkan perilaku merokok.

Berdasarkan faktor eksternalnya, kebiasaan merokok disebabkan karena terpengaruh oleh lingkungan.

Beberapa orang mengadaptasi perilaku merokok untuk dapat diterima di kelompok tersebut. Selain itu, merokok juga dianggap memberikan kesan lebih jantan dan berani bagi sebagian orang.

Akibatnya semakin ingin individu untuk dipandang lebih jantan dan berani oleh kelompoknya, maka semakin ia mengadaptasi perilaku merokok yang ditunjukkan kelompok.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.