Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Cara Menurunkan Kebiasaan Merokok

Kompas.com - 30/05/2022, 11:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Dalam hal memonitoring penggunaan rokok, pemerintah dapat mengadaptasi peraturan yang diberlakukan di Jepang, yaitu dengan pengadaan vending machine untuk penjualan rokok.

Melalui mesin ini, individu di bawah usia yang dilegalkan tidak akan bisa membeli rokok. Di Indonesia usia yang dilegalkan adalah usia 17 tahun ke atas.

Hal ini disebabkan karena mesin mengharuskan pembelinya untuk menempelkan KTP.

Upaya lain terkait mempersempit ruang pengguna rokok adalah dengan memperbolehkan aktivitas merokok hanya di ruangan khusus dengan syarat membawa dompet rokok yang dirancang khusus.

Masyarakat yang melanggar peraturan perlu diberikan sanksi atau denda. Selain untuk mendisiplinkan, cara ini juga berguna agar abu dan puntung rokok tidak berserakan.

Dengan demikian tentunya perilaku merokok pada masyarakat akan menurun. Tindakan ini perlu didiskusikan, menimbang Indonesia adalah negara dengan penduduk yang cenderung tidak taat dengan aturan.

Indonesia menduduki urutan 68 dari 139 dengan indeks kepatuhan akan perintah (Rule of Law Index, 2019).

Apabila individu dan pemerintah bersinergi untuk menurunkan perilaku merokok, maka angka kematian akan rokok dan beban penyakit akibat terpapar rokok jelas akan berkurang.

*Imma Yedida Ardi, Mahasiswa Psikologi Profesi Jenjang Magister, Universitas Tarumanagara
Sri Tiatri, Ph.D., Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.