Kompas.com - 31/05/2022, 11:19 WIB
|
Editor Wisnubrata

Demikian penjelasan Guy Poppy, profesor ekologi di University of Southampton.

Saat ini diet nabati dinilai tidak efektif karena banyak nutrisi yang hanya ditemukan dalam produk hewani, termasuk vitamin D.

Maka dari itu, rekayasa genetik yang dilakukan tim peneliti untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tomat diharapkan bisa mengubah persepsi terkait diet nabati.

"Saya rasa memiliki sumber makanan vitamin D dalam bentuk tumbuhan berarti kita bisa memeroleh manfaat tambahan dari makan tomat," lanjut Poppy.

"Lagi pula, kita tidak makan buah dan sayuran secara memadai. Tomat juga merupakan sumber vitamin C yang baik."

Baca juga: Tomat Termasuk Buah atau Sayur?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.