Kompas.com - 01/06/2022, 08:45 WIB

KOMPAS.com - Buta warna parsial tengah ramai dibicarakan setelah viral seorang calon siswa Bintara 2021, Fahri Fadilah Nurizki gagal menjadi polisi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan menjelaskan, Fahri sempat lulus seleksi tahap 1.

Namun, setelah ada supervisi, ia dinyatakan tidak memenuhi syarat karena Fahri didiagnosa buta warna parsial.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Biddokkes Polda Metro Jaya, disaksikan oleh Kabid Propam dan Sekretariat SDM Polda Metro Jaya.

Mengulik lebih jauh soal gangguan penglihatan ini, berikut penjelasan ringkas mengenai buta warna parsial.

Baca juga: Mengenal Buta Warna Parsial, Penyebab Calon Bintara Polri Gagal Lolos Seleksi

Apa itu buta warna parsial?

Buta warna parsial dapat mengacu pada kondisi seseorang yang tidak dapat membedakan warna tertentu dengan benar.

Berbeda dengan buta warna total yang membuat seseorang tidak bisa membedakan warna sama sekali.

Buta warna parsial cenderung kesulitan untuk membedakan warna merah, biru dan hijau.

Melansir Verywell Health, pada retina manusia terdapat tiga jenis kerucut yang berfungsi dalam menangkap warna.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Tes Buta Warna

Jenis kerucut pertama memungkinkan kita melihat rona merah, sedangkan kerucut kedua warna hijau dan satu lagi memungkinkan kita menangkap rona biru.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.