Kompas.com - 03/06/2022, 09:10 WIB
|
Editor Wisnubrata

Temuan tersebut disesuaikan dengan sosiodemografi, gaya hidup, dan faktor klinis setiap peserta.

Tim peneliti mengajukan pertanyaan tentang tingkat merokok, jumlah aktivitas fisik, tingkat pendidikan, dan kebiasaan makan, catat Wee.

Hanya saja, peneliti tidak menanyakan faktor lain yang dapat memengaruhi hasil studi seperti tingkat pendapatan dan pekerjaan.

Tambahan gula hanya sekitar satu sendok teh

Rata-rata peserta yang minum kopi manis hanya memasukkan gula setara dengan satu sendok teh.

"Jika kita hanya menambahkan sekitar satu sendok teh gula ke dalam kopi, manfaat kopi tidak sepenuhnya hilang dengan satu sendok teh gula itu," papar Wee.

Sementara itu, hasil pada peserta yang menggunakan pemanis buatan dalam kopi mereka tidak diketahui dengan jelas.

Akibatnya, para peneliti tidak dapat menarik kesimpulan untuk peserta yang menambahkan pemanis buatan dalam kopi.

"Berdasarkan studi ini, dokter dapat memberi tahu pasien bahwa sebagian besar peminum kopi tidak perlu menghentikan asupan kopi dari diet mereka," kata penulis utama studi Dr Dan Liu.

"Tetapi berhati-hatilah dengan kopi yang berkalori tinggi."

Baca juga: 5 Kebiasaan Minum Kopi yang Bisa Hilangkan Lemak Perut

Bagaimana kopi memengaruhi tubuh?

Studi sebelumnya menunjukkan, asupan kopi dapat melindungi jantung dan membantu mengobati penyakit lain, kata Liu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.