Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/06/2022, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Pembalut bisa menjadi salah satu limbah yang berpotensi tinggi terhadap pencemaran lingkungan.

Sebab, pembalut —khususnya yang sekali pakai, mengandung zat-zat berbahaya dan memiliki bahan dasar plastik yang berasal dari minyak bumi.

Melihat masalah ini, PT Uni-Charm Indonesia Tbk meluncurkan produk pembalut wanita Charm Herbal Ansept+ Bio yang berasal dari tumbuhan tebu.

Baca juga: 7 Fakta Penting Menstrual Cup, Alternatif Pembalut yang Minim Plastik

Produk yang diluncurkan kali ini menggunakan bio material di kemasan luar, kemasan individual, dan top sheet, dan menjadi produk pertama di Unicharm Group yang mengusung tema ini.

Selain itu, bio material juga digunakan pada bagian back sheet, sehingga dapat mengurangi penggunaan jumlah plastik berbahan dasar minyak bumi.

"Untuk meluncurkan pembalut menggunakan bio material, departemen R&D kami melakukan riset selama kurang lebih empat tahun dan bekerjasama dengan badan riset untuk melakukan trial and error berulang kali."

Baca juga: Manfaatkan Sampah, Gerai Baru The Body Shop Lebih Ramah Lingkungan

"Hasilnya, kami berhasil meluncurkan Charm Herbal Ansept+ Bio yang top sheet atau bagian yang bersentuhan langsung dengan kulitnya menggunakan bio material yang dibuat dari saringan serat tebu dalam edisi terbatas."

Demikian penuturan Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Yuji Ishii, dalam acara konferensi pers peluncuran Charm Herbal Ansept+ Bio di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Jumat (3/6/2022).

Yuji Ishii pun melanjutkan,  inovasi pembalut berbahan dasar bio material ini merupakan upaya Unicharm Group untuk berkontribusi pada pengurangan plastik berbahan dasar minyak bumi.

Selain dari tebu, pembalut Charm Herbal Ansept+ Bio juga memiliki lima kandungan herbal alami yaitu daun sirih, kunyit, manjakani, aloe vera, dan jahe, yang berfungsi mengurangi bau tidak sedap saat menstruasi.

Baca juga: Kenapa Wanita Mengalami Menstruasi?

"Produk pembalut ini memang masih berbentuk single use ya, tapi kami mencoba untuk terus meningkatkan agar produk kami bisa berdampak lebih baik terhadap lingkungan," kata Yuji Ishii.

"Saat ini masih banyak perbaikan yang dilakukan, namun dengan memakai plastik yang terbuat dari tumbuhan dan bukan minyak bumi, ini bisa sedikit berkontribusi terhadap perubahan yang baik," imbuh dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.