Kompas.com - 06/06/2022, 19:19 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tanpa disadari kita pasti pernah membuang bahan makanan di rumah karena mungkin sudah tidak segar atau tidak dapat digunakan lagi.

Sayangnya, kebiasaan ini tidak hanya membuat kita lebih boros, tetapi juga bisa berkontribusi pada limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan.

Nah, dalam mengurangi masalah limbah ini, kita sebenarnya bisa memulainya dengan menerapkan kebiasaan berbelanja secara efektif agar bahan makanan tetap bisa dipakai tanpa harus dibuang.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak beberapa tips berbelanja bahan makanan  untuk mengurangi limbah berikut ini.

1. Jangan membeli makanan yang sudah jadi

Menghindari produk makanan yang sudah jadi bisa membantu kita menghemat uang dan membatasi pemborosan makanan.

"Harga biasanya akan meningkat secara eksponensial setiap kali orang-orang menjual makanan yang sudah jadi," kata profesor studi nutrisi dan makanan di Montclair State University, di New Jersey, Charles Feldman, PhD.

Di samping itu, Feldman juga mengatakan bahwa swalayan atau tempat yang menjual makanan jadi biasanya menawarkan makanan dengan tanggal kedaluwarsa yang singkat, sehingga bila tidak kita harus membuangnya.

2. Berbelanja makanan utuh

Alih-alih membeli bahan makanan hanya bagian per bagian, sebaiknya kita memilih bahan makanan yang utuh.

Misalnya, kita bisa membeli ayam utuh atau memang potongan yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi berbagai macam hidangan.

"Ayam utuh atau bagian-bagiannya dapat digunakan secara silang dalam berbagai olahan yang berbeda," jelas Feldman.

"Jadi, kita bisa makan dada ayam satu hari, salad ayam di hari berikutnya, dan kaldu atau sup di hari berikutnya, sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia," sambung dia.

3. Membeli bahan makanan lokal pada musimnya

Pendiri San Diego Markets dan The Farmers Market Pros, Feldman dan Catt Fields White selalu merekomendasikan orang-orang untuk membeli bahan makanan lokal pada musimnya untuk mendapatkan harga dan kesegaran yang optimal.

Keuntungan lain dengan menggunakan metode ini adalah kita juga dapat menghemat uang yang lebih besar.

"Ketika setiap petani lokal baru saja memanen bahan makanan seperti buah dan sayur, maka harganya akan lebih rendah daripada ketika makanan itu dijual bukan pada musimnya," kata Fields White.

Terbayang kan betapa harga mangga bisa lebih murah saat musim berbuah, dan menjadi mahal ketika sudah lewat masa panennya.

"Petani juga biasanya memetik dan mengemas produk mereka beberapa jam atau beberapa hari sebelum dipasarkan, sehingga akan segar lebih lama di kulkas jika kita membelinya langsung," ujar dia.

Baca juga: 9 Trik Belanja Cerdas agar Pengeluaran Tidak Membengkak

4. Menyimpan catatan belanja

Feldman juga menyarankan untuk menyimpan catatan tentang kebiasaan belanja kita dan menggunakannya setiap minggu.

"Kebanyakan orang tidak tahu apa yang akan mereka makan keesokan harinya atau bahkan pada hari yang sama," katanya.

"Hal ini menyebabkan pembelian makanan yang berlebihan dan pemborosan hingga 30 persen atau lebih per rumah tangga rata-rata," ungkap dia.

Dengan mencatat riwayat pembelian dan kebiasaan belanja, kita dapat menyesuaikan bahan makanan berdasarkan kebutuhan kita yang sebenarnya.

5. Membeli bahan makanan dalam jumlah yang lebih kecil

Jika kita menyadari bahwa beberapa bahan makanan dapat dengan mudah rusak, maka kita perlu memilih yang kita butuhkan saja dan berbelanja dalam jumlah sesuai kebutuhan.

Fields White mencatat bahwa salah satu hal menarik yang bisa kita dapatkan ketika berbelanja di pasar lokal langsung dari petani, kita bisa membeli bahan makanan dengan jumlah yang sesuai kebutuhan.

Jadi, kita dapat membeli hanya satu bawang bombay kecil dan hanya beberapa kentang. Itu tidak hanya menghilangkan limbah bahan makanan, tetapi juga kemasan makanan.

6. Membuat perencanaan makan

Para ahli sepakat bahwa strategi terbaik untuk berbelanja secara cerdas dan menghindari pemborosan makanan adalah dengan membuat perencanaan makan.

Feldman merekomendasikan untuk menjadwalkan makanan yang berbeda setiap hari selama dua atau tiga minggu, kemudian mengulangi rencana tersebut.

"Ini akan memungkinkan makanan yang bervariasi dan kita juga dapat merencanakan pembelian berdasarkan kebutuhan," terangnya.

Dan dari sana, kita bisa mencatat apa yang tidak dimakan atau terbuang untuk mengurangi biaya belanja bahan makanan, pemborosan, dan praktik tidak berkelanjutan lainnya.

Baca juga: Tips Belanja Cerdas agar Tetap Hemat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.