Kompas.com - 15/06/2022, 06:05 WIB

Pasalnya, sebutan tersebut juga dapat diberikan kepada mereka yang usianya sudah di atas 30 tahun namun punya kebiasaan buruk malas bergerak.

Orang-orang yang usianya sudah menginjak kepala tiga dikatakan dr. Denio juga berisiko terkena serangan jantung.

Akan tetapi, cara pencegahannya tidaklah sama dengan mereka yang berusia 30 tahun ke bawah.

dr. Denio menerangkan, generasi Z dapat mencegah serangan jantung dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat.

Di antaranya, berhenti merokok, memperhatikan asupan makanan, dan yang terpenting adalah membiasakan olahraga dengan teratur.

Namun, olahraga yang dipilih sebaiknya tidak sembarangan. dr. Denio lebih menyarankan aerobik atau anaerobik untuk dilakukan secara konsisten.

"Sangat perlu olahraga unthk kaum rebahan. Aerobik itu bisa lari, renang, sepakbola, atau badminton," sarannya.

"Dan bisa dikombinasikan dengan anaerobik seperti angkat beban," tambah dr. Denio.

Berbeda dengan generasi Z, orang-orang yang berusia 30 tahunan direkomendasikan melakukan pemeriksaan jantung sebelum mulai berolahraga.

dr. Denio tidak ingin olahraga yang mereka lakukan malah meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.